Suara.com - Pemerintah Kota Makassar melibatkan unsur tripika atau pimpinan mulai tingkat Camat. Aparat keamanan yakni Komandan Rayon Militer atau Danramil, serta Polsek setempat untuk membubarkan kerumunan masyarakat di masa darurat virus corona.
Guna mengefektifkan hal tersebut, pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan aparat TNI-Polri serta seluruh camat untuk memetakan daerah mana yang masih terdapat kerumunan orang. Selain itu, pertemuan koordinasi dilakukan malam ini. Aparat gabungan akan menindak tegas warga yang masih berkeliaran di tempat-tempat keramaian untuk segera pulang ke rumahnya.
"Sesuai surat edaran agar masyarakat untuk sementara tinggal di rumah, tidak berkeliaran apalagi di tempat keramaian, dan acara lain tempat berkumpulnya massa," kata Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, Selasa (24/3/2020).
Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai penyebarannya. Sebab saat ini Indonesia dalam kondisi tanggap darurat non-bencana COVID-19.
Bahkan ini diperkuat dalam surat imbauan yang dikeluarkan pemerintah disampaikan untuk sementara lokasi tempat berkumpul banyak orang seperti tempat wisata, THM, kafe, warung kopi, tempat jajanan.
Kemudian acara pesta pernikahan, acara keluarga, seminar, konser, karnaval dan lainnya ditunda atau ditiadakan sementara mulai 23 Maret-5 April 2020.
"Ada koramil, dan polsek-polsek mengimbau warga untuk tidak berkumpul-kumpul sementara, mereka akan dibubarkan sebagai langkah tegas bila tidak mengindahkan," ujarnya menegaskan.
Tidak hanya itu, Pemkot Makassar pun secara resmi sudah mengeluarkan surat imbauan untuk menutup seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) sementara di Makassar mulai 23 Maret-5 April 2020.
Pantauan di lapangan sejumlah aparat gabungan TNI-Polri sudah bergerak meminta pengunjung kafe dan warung kopi untuk segera pulang lebih awal sebagai langkah antisipasi memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya itu. (Antara)
Baca Juga: Dokter Handoko Gunawan Negatif Corona, Waspada Efek Samping Klorokuin
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Horor di Serang! Makam 7 Tahun Dibongkar, Tengkorak Jenazah Raib Misterius
-
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
-
Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan
-
Panas! Pengacara Nadiem Protes Muka Mengejek Jaksa: Kalau Bikin Kacau Sidang, Kita Hobinya
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
Bupati Pati, Sudewo Kena OTT KPK: Pemimpin yang Pernah Tantang Warganya Sendiri
-
Nadiem Makarim Bantah Pernah Balas Surat dari Google Soal Chromebook