Suara.com - Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis termasuk perawat pasien corona atau Covid-19 dinilai sangat penting. Pasalnya perlengkapan ini menjadi salah satu jaminan bagi para perawat agar tak ikut tertular virus dari China ini.
Hal ini diungkap oleh Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah. Harif mengakui ada unsur psikologis yang memberatkan para perawat dalam menangani pasien corona. Terlebih lagi virus ini begitu mudahnya menulari mereka yang berada di dekat pasien.
"Karena psikologis dia (perawat) itu yang utama ya takut kalau tertular (corona)," ujar Harif saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).
Karena itu, Pemerintah disebutnya harus bisa memberikan jaminan kepada para tenaga medis untuk selalu menyediakan APD lengkap. Dengan diminimalisirnya resiko penularan, para perawat juga akan merasa lebih aman saat bekerja.
"Tinggal bagaimana kita menjaga kemungkinan terburuk itu makanya kita memerlukan apd yang lengkap dan memadai supaya kita aman. karena selama itu kita dapatkan, resiko itu sangat kecil sekali," jelasnya.
Di DKI sendiri Pemerintah telah memberikan bantuan 40 ribu APD yang diperkirakan akan tahan sampai 40 hari ke depan jika kasusnya tidak semakin parah. Namun ia meminta pengadaan APD dilakukan terus menerus untuk menjamin stoknya ada bagi para perawat dan tenaga medis.
"Makanya itu yang kita upayakan mengadvokasi berbagai pihak supaya menyegerakan ketercukupan dari pada APD ini, cepat distribusinya, cepat sampainya, dan cukup persediaannya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem