Suara.com - Amerika Serikat sekarang memiliki jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terbanyak di dunia, melampaui Cina dan Italia, menurut data yang diterbitkan Kamis (26/3/2020) oleh Universitas Johns Hopkins.
Dilansir dari kantor berita Anadolu, Jumat (27/3/2020), data dari Universitas Johns Hopkins itu menunjukkan AS saat ini memiliki 82.404 kasus yang dikonfirmasi, diikuti oleh China dengan 81.782 dan Italia dengan 80.589.
Total di seluruh dunia telah melampaui 526.000, menurut data tersebut.
Itu termasuk 23.700 kematian dan lebih dari 121.000 pemulihan, ditunjukkan oleh penghitungan lembaga pendidikan yang berbasis di Baltimore, Maryland.
Pemerintah telah berjuang untuk menghentikan penyebaran virus dan telah mengambil berbagai langkah untuk membatasi pertemuan publik karena orang-orang yang mungkin tidak menunjukkan gejala tetapi terinfeksi dapat menjadi pembawa.
Walaupun jumlah kematiannya kecil dibandingkan dengan pemulihan, virus masih dapat menyebabkan masalah kesehatan besar dan berakibat fatal bagi orang tua dan mereka yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya termasuk hipertensi, diabetes dan asma.
Meskipun jumlah kasus meningkat, sebagian besar orang yang tertular virus hanya menderita gejala ringan sebelum melakukan pemulihan.
Setelah pertama kali muncul di Wuhan, China pada bulan Desember, virus, yang secara resmi dikenal sebagai COVID-19, telah menyebar ke setidaknya 175 negara dan wilayah.
Baca Juga: Dubes AS Tuduh China Sembunyikan Informasi Soal Virus Corona
Berita Terkait
-
Bak Sereal, Warganet Ini Iseng Santap Makanan Kucing Pakai Susu
-
Partisipasi Tanggulangi COVID-19, Forwot Serahkan APD ke RSUD Cengkareng
-
Resepsi Kawinan di Nganjuk Dibubarkan, Polisi: Hanya Ijab Kabul yang Boleh
-
Kisah Heroik Perawat Pasien Corona: Beratnya Pakai APD dan Tak Bisa Pulang
-
Sebelum Meninggal, Pasien PDP Corona Aceh Sempat Dirawat di Ruang Umum
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Kasatgas Tito Apresiasi Dukungan DPR Percepat Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai