Suara.com - Sejak mulai muncul di Wuhan China pada Desember 2019, dan kekinian sudah mewabah ke ratusan negara lainnya, masih banyak pertanyaan yang tetap menjadi misteri mengenai virus corona Covid-19.
Dikutip dari BBC, Senin (30/3/2020), berikut sembilan pertanyaan besar seputar virus corona Covid-19 yang sementara ini belum memunyai jawabannya.
1. Berapa banyak orang yang telah terinfeksi?
Ini pertanyaan paling mendasar, tapi juga yang paling krusial.
Terdapat ratusan ribu kasus terkonfirmasi di seluruh dunia, tapi ini hanya sebagian kecil dari jumlah total infeksi. Dan angka sebenarnya makin samar karena jumlah kasus asimptomatik – orang yang membawa virus tapi tidak menunjukkan gejala-gejala – tidak diketahui.
Pengembangan tes antibodi akan memungkinkan para peneliti untuk melihat apakah seseorang membawa virus.
Hanya ketika itulah kita akan memahami seberapa jauh atau seberapa mudah virus corona penyebab Covid-19 menyebar.
2. Seberapa mematikan virus ini?
Sampai kita tahu jumlah kasus sebenarnya, mustahil untuk memastikan tingkat kematian.
Saat ini estimasinya sekitar 1 persen dari orang yang terinfeksi koronavirus itu meninggal. Tapi jika ada banyak pasien asimptomatik, tingkat kematiannya bisa jadi lebih rendah.
3. Apa saja gejalanya?
Gejala umum virus corona adalah demam dan batuk kering — ini yang perlu Anda perhatikan.
Baca Juga: Kandungan Bunga Echinacea Sebabkan Kontraindikasi Pada Pasien Covid-19?
Sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare juga telah dilaporkan pada beberapa kasus dan ada spekulasi kuat bahwa beberapa kasus akan merasakan kehilangan indera penciuman.
Tapi pertanyaan paling penting ialah apakah gejala ringan yang mirip demam, misalnya hidung berair atau bersin, ada pada beberapa pasien?
Berbagai studi mengisyaratkan bahwa ini mungkin dan orang-orang bisa berpotensi menularkan tanpa tahu mereka membawa virus.
Peta dan infografis terkait pasien terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia.
4. Apa peran anak-anak dalam penyebaran virus?
Anak-anak bisa terinfeksi virus corona. Namun, kebanyakan dari mereka menunjukkan gejala ringan dan jumlah kematian di antara anak-anak relatif sedikit dibandingkan kelompok usia lainnya.
Berita Terkait
-
Jadi Kebiasaan, Mengapa Sulit Menahan Diri untuk Tidak Menyentuh Wajah?
-
Anda Sayang Keluarga di Kampung? Jangan Mudik Demi Redam Penularan Corona
-
Abaikan Social Distancing, Cara Polwan Bubarkan Warga Ini Ampuh!
-
Mengisi Waktu Luang WFH, Bisa Sambil Cek Part ini Pada Mobil
-
Dampak Corona: Jumlah Kendaraan Berkurang, Kualitas Udara di Jogja Membaik
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus
-
Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha
-
Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!
-
Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050
-
Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan
-
Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal
-
Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos
-
Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat