Anak-anak biasanya penyebar super penyakit, sebagian karena mereka berkumpul dengan banyak orang (seringkali di taman bermain), tapi dengan virus ini, belum jelas seberapa jauh mereka membantu penyebarannya.
5. Dari mana asal virus ini?
Virus ini muncul di Wuhan, China, pada penghujung 2019, ketika ditemukannya klaster kasus di sebuah pasar hewan.
Virus corona jenis baru, secara resmi disebut Sars-CoV-2, berkerabat dekat dengan virus yang menginfeksi kelelawar, namun virus tersebut diduga ditularkan dari kelelawar ke spesies hewan yang tidak diketahui sebelum ditularkan ke manusia.
"Mata rantai yang hilang" itu belum diketahui, dan bisa menjadi sumber infeksi lebih lanjut.
6. Akankah jumlah kasus menurun pada musim panas?
Demam dan flu lebih umum di bulan-bulan musim dingin daripada di musim panas, tapi belum diketahui kalau cuaca yang lebih hangat akan mengubah penyebaran virus.
Para ilmuwan penasihat Inggris telah memperingatkan bahwa tidak jelas apakah akan ada efek musiman. Jika ada, mereka berpikir efeknya lebih kecil dari efek pada demam atau flu.
Jika memang ada penurunan besar kasus koronavirus di sepanjang musim panas, ada bahaya kasusnya kembali melonjak di musim dingin, ketika rumah sakit juga menangani masuknya pasien dengan penyakit-penyakit musim dingin yang biasanya.
7. Kenapa sebagian orang menunjukkan gejala yang lebih parah?
Covid-19 adalah infeksi ringan bagi kebanyakan orang. Namun pada sekitar 20% orang, infeksi ini terus berkembang menjadi penyakit yang lebih parah. Kenapa demikian?
Kondisi sistem kekebalan tubuh seseorang sepertinya bagian dari masalah ini, dan barangkali ada faktor genetik juga. Pemahaman tentang hal ini dapat menuntun pada cara mencegah orang-orang sampai membutuhkan perawatan intensif.
Baca Juga: Kandungan Bunga Echinacea Sebabkan Kontraindikasi Pada Pasien Covid-19?
Hak atas fotoREUTERSImage captionSejumlah petugas kesehatan hendak melakukan pengujian corona terhadap publik di area 'drive-thru' di Korea Selatan.
8. Berapa lama sistem kekebalan tubuh bertahan, dan apakah Anda bisa terinfeksi dua kali?
Ada banyak spekulasi tetapi sedikit bukti tentang seberapa tahan sistem kekebalan tubuh terhadap koronavirus.
Pasien pasti membangun respons imun, jika mereka berhasil melawan virus. Tetapi karena penyakit ini baru ada beberapa bulan, ada kekurangan data jangka panjang.
Rumor pasien yang terinfeksi dua kali mungkin disebabkan kesalahan tes yang mengatakan mereka sembuh dari virus.
Pertanyaan tentang kekebalan tubuh sangat penting untuk memahami apa yang akan terjadi dalam jangka panjang.
9. Apakah virus corona akan bermutasi?
Virus bermutasi setiap saat, tetapi sebagian besar perubahan pada kode genetiknya tidak mengakibatkan perbedaan yang signifikan.
Berita Terkait
-
Jadi Kebiasaan, Mengapa Sulit Menahan Diri untuk Tidak Menyentuh Wajah?
-
Anda Sayang Keluarga di Kampung? Jangan Mudik Demi Redam Penularan Corona
-
Abaikan Social Distancing, Cara Polwan Bubarkan Warga Ini Ampuh!
-
Mengisi Waktu Luang WFH, Bisa Sambil Cek Part ini Pada Mobil
-
Dampak Corona: Jumlah Kendaraan Berkurang, Kualitas Udara di Jogja Membaik
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter
-
Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!