Suara.com - Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) resmi menyurati pengusaha dan perusahaan angkutan umum di wilayah tersebut untuk tidak beroperasi sementara waktu sebagai upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Setelah mendapat surat tersebut, pihak pengusaha dan perusahaan yang bernaung dalam organisasi angkutan darat (Organda) Sumbar membalasnya. Mereka meminta agar pemberhentian operasional tidak hanya berlaku pada angkutan darat, tetapi juga pada angkutan udara.
"Agar tidak terjadi kecemburuan sosial dan pilih kasih dalam pelayanan angkutan serta maksimalkan langkah yang diambil Pemprov Sumbar," kata Dewan Pimpinan Orang Sumbar S Budi Syukur seperti dilansir Klikpositif.com-jaringan Suara.com pada Selasa (31/3/2020).
Diakuinya, jajaran Organda Sumbar mendukung penuh langkah pemprov memutus rantai penyebaran COVID-19. Namun harus dilakukan secara menyeluruh, tidak pada angkutan darat saja.
"Demikian disampaikan untuk dimaklumi atas perhatiannya diucapkan terima kasih," ujar Budi.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melalui surat Nomor: 551/385/Dishub 58/2020 tanggal 28 Maret 2020 tentang Penghentian Pengoperasian Sementara Pelayanan Trayek AKAP, AKDP, AJAP, AJDP dan Pariwisata.
Irwan juga telah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan untuk menghentikan sementara penerbangan ke Sumbar.
"Surat kami telah sampai ke Kemenhub, namun masih menunggu keputusan Menko Maritim memutuskan apakah dikabulkan atau tidak," katanya.
Baca Juga: Karantina Wilayah! Mulai Senin Orang Luar Dilarang Masuk Sumbar
Berita Terkait
-
Warga Mengeluh Transportasi Publik Dibatasi, Mahfud MD: Sabar
-
Senin Besok, Transportasi Umum di Jakarta Dibatasi Sampai Pukul 20.00 WIB
-
Pemerintah: Protokol Transportasi Publik Mampu Putus Rantai Virus Corona
-
Cegah Covid19, Berikut Protokol Bepergian Menggunakan Transportasi Publik
-
Pernyataan Lengkap Pesan Kejut Anies Batasi Transportasi Massal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat