Suara.com - Mengisolasi diri saat pandemi corona memang dianjurkan. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan kebugaran tubuh, salah satunya dengan berjalan.
Para peneliti dari Institut Kesehatan Nasional dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memutuskan untuk melihat data kesehatan dan aktivitas dari sejumlah besar orang Amerika.
Jalan kaki sebanyak 4.000 langkah setiap sehari dapat mengurangi risiko kematian muda, bahkan jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan santai dan lambat. Pernyataan itu berdasarkan penelitian baru skala besar tentang pergerakan dan kematian.
Melansir dari New York Times, penelitian itu menemukan bahwa setiap 4.000 langkah tambahan yang dilakukan seseorang dalam sehari akan menururnkan risiko meninggal dini akibat penyakit jantung, kanker sebanyak 50 persen.
Untuk mencapai hasil peneltian tersebut, para peneliti menarik data dari hampir 5.000 pria dan wanita yang memakai monitor gerakan. Semua peserta berusia paruh baya atau lebih tua, termasuk peserta Kaukasia, Afrika-Amerika, dan Hispanik dari latar belakang sosial ekonomi.
"Kami ingin sampel yang representatif dari orang dewasa Amerika," kata Charles Matthews, seorang peneliti senior di Divisi Epidemiologi dan Genetika Kanker Institut Kanker Nasional dan penulis senior studi baru ini.
Para ilmuwan mencatat berapa langkah rata-rata pria dan wanita setiap hari, serta berapa banyak langkah per menit yang mereka kumpulkan.
Mereka kemudian mengelompokkan orang berdasarkan aktivitas, memeriksa daftar kematian nasional untuk peserta yang telah meninggal selama dekade terakhir, dan membandingkan pola pergerakan dengan mortalitas masyarakat.
"Hasilnya menarik dan agak mengejutkan," kata Dr. Matthews.
Baca Juga: Miris, PMI Alami Kekurangan Stok Darah 70 Persen Sejak Pandemi Corona
Penelitian tersebut menyatakan, orang-orang yang rata-rata sekitar 8.000 langkah sehari, risiko meninggal karena penyakit jantung, kanker turun 50 persen. Lebih banyak dari orang yang melangkah 4.000 kali sehari.
Sementara pria dan wanita menyelesaikan setidaknya 12.000 langkah sehari, 65 persen lebih sedikit kemungkinan mati muda.
Dengan begitu, Dr. Matthews mengimbau orang-orang untuk tetap bergerak meskipun berada di dalam rumah. "Cobalah untuk bergerak," kata Dr. Matthews.
"Gunakan ponsel atau jam tangan pintar Anda untuk menghitung berapa banyak langkah yang Anda ambil dan jika totalnya rendah terutama jika di bawah 4.000 langkah sehari maka pertimbangkan untuk berjalan di sekitar blok," tambahnya.
Namun saat pandemi dan Anda tidak bisa keluar rumah, Dr. Matthews menyarankan untuk bergerak di dalam rumah, seperti jalan kaki mengelilingi ruang tamu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Cuaca Hari Ini: Hujan dan Mendung Mendominasi Jakarta Hingga Yogyakarta
-
Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu