News / Nasional
Sabtu, 07 Maret 2026 | 21:33 WIB
Ilustrasi Pak Minta tewas dipukuli tetangga usai curi dua buah labu siam untuk buka puasa bersama ibunya. (Suara.com/Syahda)
Baca 10 detik
  • Seorang pria bernama Minta (56) meninggal di Cianjur setelah dipukuli tetangganya, Ujang Ahmad (41), karena mencuri dua buah labu siam.
  • Penganiayaan terjadi pada Sabtu (28/2) di Desa Talaga, Cugenang, saat korban mencuri untuk menu berbuka puasa ibunya.
  • Pelaku Ujang Ahmad telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah korban meninggal dunia pada Senin (2/3).

Suara.com - Seorang pria paruh baya, Minta (56), tewas usai dipukuli oleh tetangganya, Ujang Ahmad (41), hanya karena mencuri dua buah labu siam. Korban mencuri labu siam tersebut untuk menu berbuka puasa bersama ibunya yang sudah lanjut usia.

Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Peristiwa ini bermula ketika korban kepergok mencuri labu siam di kebun yang digarap Ujang. Pelaku kemudian mengejar korban hingga ke rumah korban.

Keduanya sempat terlibat cekcok. Saat perdebatan, pelaku kemudian memukul korban.

Korban dipukuli di berbagai bagian tubuh, di antaranya wajah, kepala, leher hingga dada. Sembari memukuli korban, pelaku mendesak agar Minta mengakui perbuatannya.

Pelaku baru berhenti setelah adik korban dan tetangga melerai aksi main hakim sendiri tersebut. Korban kemudian baru mengakui jika telah mengambil labu siam tersebut setelah babak belur.

Menu Berbuka Puasa

Tewasnya Minta di tangan tetangganya akibat dipukuli usai mencuri labu siam sungguh ironis. Sebab, di tengah gencarnya pemerintah memberikan makan bergizi gratis, masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Labu siam yang dicuri oleh Minta bukan untuk diperjualbelikan. Labu tersebut dicurinya untuk dimasak sebagai menu berbuka puasa bersama sang ibu yang sudah berusia 99 tahun.

“Perbuatan almarhum ini karena terpaksa. Buah labu itu untuk dimasak dan dimakan bersama ibu saat buka puasa. Karena, saat kejadian almarhum juga tengah puasa,” kata adik korban, Cucum.

Baca Juga: Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis

Korban nekat melakukan aksi pencurian lantaran kepepet. Sang ibu ingin mengonsumsi sayur untuk menu berbuka puasa, sementara korban saat itu tidak punya uang.

Selama ini, Minta bekerja serabutan. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai buruh di perkebunan Gunung Mas.

Namun, setelah bercerai dengan istrinya, ia kembali ke Cianjur dan tinggal bersama ibunya.

Meregang Nyawa

Infografis kasus Pak Minta tewas dipukuli tetangga usai curi dua buah labu siam untuk buka puasa bersama ibunya. (Suara.com/Syahda)

Minta tewas usai dipukuli oleh tetangganya. Ia meninggal berselang dua hari setelah penganiayaan yang dilakukan oleh Ujang.

Pihak keluarga pun melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Saat itu, polisi menemukan sejumlah luka di tubuh korban.

Pada kepala bagian belakang korban terdapat benjolan yang diduga akibat pemukulan. Kemudian terdapat memar dan luka lecet di bagian dahi.

Kelopak mata Minta juga terdapat memar. Memar juga ditemukan di bagian leher, lengan kanan, siku kiri, dan kedua kaki korban.

Sebelum meninggal dunia, korban juga sempat muntah-muntah, kemudian pingsan. Setelah itu korban tewas di rumahnya. Saat ini jenazah Minta telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Jadi Tersangka

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin mengatakan, penganiayaan ini terjadi saat korban mencuri labu dari kebun milik pelaku pada Sabtu (28/2) lalu.

Korban yang kepergok kemudian dipukuli hingga pada Senin (2/3) korban meninggal dunia.

Saat ini, polisi telah menetapkan Ujang Ahmad sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Minta.

Ia ditangkap aparat di kediamannya tak lama setelah keluarga korban membuat laporan polisi.

“Satu orang tersangka telah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ujar Usep.

Load More