- Seorang pria bernama Minta (56) meninggal di Cianjur setelah dipukuli tetangganya, Ujang Ahmad (41), karena mencuri dua buah labu siam.
- Penganiayaan terjadi pada Sabtu (28/2) di Desa Talaga, Cugenang, saat korban mencuri untuk menu berbuka puasa ibunya.
- Pelaku Ujang Ahmad telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah korban meninggal dunia pada Senin (2/3).
Suara.com - Seorang pria paruh baya, Minta (56), tewas usai dipukuli oleh tetangganya, Ujang Ahmad (41), hanya karena mencuri dua buah labu siam. Korban mencuri labu siam tersebut untuk menu berbuka puasa bersama ibunya yang sudah lanjut usia.
Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Peristiwa ini bermula ketika korban kepergok mencuri labu siam di kebun yang digarap Ujang. Pelaku kemudian mengejar korban hingga ke rumah korban.
Keduanya sempat terlibat cekcok. Saat perdebatan, pelaku kemudian memukul korban.
Korban dipukuli di berbagai bagian tubuh, di antaranya wajah, kepala, leher hingga dada. Sembari memukuli korban, pelaku mendesak agar Minta mengakui perbuatannya.
Pelaku baru berhenti setelah adik korban dan tetangga melerai aksi main hakim sendiri tersebut. Korban kemudian baru mengakui jika telah mengambil labu siam tersebut setelah babak belur.
Menu Berbuka Puasa
Tewasnya Minta di tangan tetangganya akibat dipukuli usai mencuri labu siam sungguh ironis. Sebab, di tengah gencarnya pemerintah memberikan makan bergizi gratis, masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Labu siam yang dicuri oleh Minta bukan untuk diperjualbelikan. Labu tersebut dicurinya untuk dimasak sebagai menu berbuka puasa bersama sang ibu yang sudah berusia 99 tahun.
“Perbuatan almarhum ini karena terpaksa. Buah labu itu untuk dimasak dan dimakan bersama ibu saat buka puasa. Karena, saat kejadian almarhum juga tengah puasa,” kata adik korban, Cucum.
Baca Juga: Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis
Korban nekat melakukan aksi pencurian lantaran kepepet. Sang ibu ingin mengonsumsi sayur untuk menu berbuka puasa, sementara korban saat itu tidak punya uang.
Selama ini, Minta bekerja serabutan. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai buruh di perkebunan Gunung Mas.
Namun, setelah bercerai dengan istrinya, ia kembali ke Cianjur dan tinggal bersama ibunya.
Meregang Nyawa
Minta tewas usai dipukuli oleh tetangganya. Ia meninggal berselang dua hari setelah penganiayaan yang dilakukan oleh Ujang.
Pihak keluarga pun melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Saat itu, polisi menemukan sejumlah luka di tubuh korban.
Pada kepala bagian belakang korban terdapat benjolan yang diduga akibat pemukulan. Kemudian terdapat memar dan luka lecet di bagian dahi.
Kelopak mata Minta juga terdapat memar. Memar juga ditemukan di bagian leher, lengan kanan, siku kiri, dan kedua kaki korban.
Sebelum meninggal dunia, korban juga sempat muntah-muntah, kemudian pingsan. Setelah itu korban tewas di rumahnya. Saat ini jenazah Minta telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Jadi Tersangka
Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin mengatakan, penganiayaan ini terjadi saat korban mencuri labu dari kebun milik pelaku pada Sabtu (28/2) lalu.
Korban yang kepergok kemudian dipukuli hingga pada Senin (2/3) korban meninggal dunia.
Saat ini, polisi telah menetapkan Ujang Ahmad sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Minta.
Ia ditangkap aparat di kediamannya tak lama setelah keluarga korban membuat laporan polisi.
“Satu orang tersangka telah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ujar Usep.
Berita Terkait
-
Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
-
THR untuk Anak Tetangga saat Lebaran 2026 Sebaiknya Berapa? Ini Kisaran Nominalnya
-
Sosok Nabilah O'Brien, Owner Bibi Kelinci Jadi Tersangka Usai Lapor Pencurian
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi
-
Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya
-
LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?
-
Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik
-
Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik
-
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
-
Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?