Suara.com - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan perkiraan pandemi virus Corona (COVID-19) hingga Juli 2020.
Berdasarkan hasil kajian Badan Intelijen Negara (BIN), kata dia, estimasi jumlah kasus pasien positif Covid-19 hingga akhir Juli bisa mencapai angka 106.278 kasus.
Hal itu disampaikan Doni dalam rapat virtual dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4/2020).
Menurut dia, hasil kajian tersebut akurat. Dalam slide presentasi yang dipaparkannya, tertulis akurasi prediksi jumlah kasus pada Mei mencapai 99 persen.
Dalam kajian BIN sebelumnya, memperkirakan akan ada 1.577 kasus Covid-19 pada akhir Maret. Namun, kenyataan di lapangan terdapat 1.528 orang. Prediksi dari hasil kajian BIN itu hanya memiliki selisih 49 kasus.
"Estimasi jumlah kasus di akhir Maret adalah 1.577 dan ini akurat," kata Doni.
Kemudian untuk kasus Covid-19 pada awal hingga akhir April diperkirakan sebanyak 27.307 orang. Kasus tersebut mengalami lonjakan drastis pada akhir Maret yang diprediksi mencapai 95.451 orang.
Sementara itu untuk prediksi pada akhir Juni dan akhir Juli masing-masing diestimasi sebanyak 105.765 orang dan 106.287.
Dalam paparan yang disampaikan Doni, tertulis bahwa terdapat 50 kabupaten/kota prioritas dari 100 kabupaten yang memiliki tingkat risiko tinggi dengan 49 persen di antaranya berada di Pulau
Baca Juga: Pasien Positif Corona di RSUD Cianjur Dipaksa Dibawa Pulang Keluarga
Berita Terkait
-
Pasien Positif Corona di RSUD Cianjur Dipaksa Dibawa Pulang Keluarga
-
Istana Ralat Pernyataan Jokowi Tak Larang Mudik saat Wabah Corona
-
Anies Tagih Duit Bagi Hasil ke Maruf Amin untuk Penanganan Corona
-
Anies Perkirakan Pasien Positif Corona di Jakarta Bisa sampai 8 Ribu Orang
-
Pemudik ke Pandeglang Akan Dicegat, Diperiksa Virus Corona
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Kutip Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Prabowo Tegaskan Persahabatan dan Masa Depan Bersama RI-Korsel
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Modal Uang Print Biasa, Begini Cara Dukun Gadungan Mahfud Jerat Korban Penggandaan Uang di Bogor
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?
-
DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual
-
Disaksikan Pemiliknya, KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Skandal Proyek di Pemkab Bekasi
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Guru Besar UI: Indonesia Tak Bisa Gugat Langsung, Harus Lewat PBB