Suara.com - Identitas mayat perempuan berato hati dan tulisan ram-rus yang setengah badannya tertutup karung dan ditemukan di Sungai Kariango, Dusun Bela Belawa, Desa Polewai, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan pada Rabu (1/4), akhirnya terkuak.
Berdasarkan penyelidikan Polres Pinrang, mayat perempuan itu adalah Rusnah. Perempuan berusia 52 tahun itu warga Desa Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap.
Kasatreskrim Polres Pinrang Ajun Komisaris Dharma P Negara, Sabtu (4/4/2020) pagi, mengatakan Rusnah adalah korban pembunuhan.
“Berdasarkan identifikasi, beberapa ciri termasuk tato di punggung ibu jari kiri, mayat itu bernama Rusna. Keluarga juga mengakui mayat itu adalah Rusna,” kata Dharma seperti diberitakan Kabarmakassar.com—jaringan Suara.com.
Selain identitas korban, polisi juga telah berhasil menangkap Wa Laodding (55), pelaku pembunuhan. Pelaku yang merupakan warga Dusun Dea, Desa Sipudeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap ini ternyata suami siri korban.
Pelaku ditangkap di area persawahan di Kampung Tonrong Saddang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Jumat (3/4) dini hari sekira pukul 01.00 WITA.
“Alhamdulillah dalam waktu 32 jam, pelaku (Wa Laodding) berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah pondok persawahan,” ujarnya.
Terkait motif pembunuhan, Dharma mengatakan, berdasarkan hasil interogasi, pelaku menuduh korban (istri siri) berselingkuh dengan laki-laki lain, sehingga pelaku merasa kesal dan marah.
Pelaku kemudian mengajak korban dengan membuat janji ketemu di dekat jembatan di Kampung Arassie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Di situlah pelaku membunuh korban.
Baca Juga: Mayat Bertato Burung Hantu, Ketum XTC: Almarhumah Bukan Anggota
“Si korban dan pelaku ini sudah nikah siri sekitar dua tahun. Pelaku ini menuduh istrinya selingkuh, sehingga dia janjian dengan korban di salah satu tempat,” kata Dharma.
Pada lokasi itulah terjadi perselisihan antara pelaku dan korban. Alhasil, pelaku nekat memukul Rusnah memakai kayu balok.
Setelah korban tewas, pelaku memasukkan jasad korban ke dalam korban dan menghanyutkannya ke sungai.
“Dari hasil introgasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan seluruh barang bukti diamankan di Mapolres Pinrang guna mempertangungjawabkan perbuatannya,” kata Dharma.
Berita Terkait
-
Protes Larangan Salat Jumat saat Wabah Corona, Lelaki Ini Ditangkap
-
Mengenal Sosok Haerul, Pemuda Pinrang Perakit Pesawat dari Mesin Rongsokan
-
Pemuda Bertato Malaikat Bersayap Tewas Digorok, Polisi Tembak Pelakunya
-
Mayat Bertato Malaikat Bersayap Masih Remaja, Ini Identitasnya
-
Mayat Bertato Malaikat Bersayap Ternyata Tewas Dibunuh 3 Hari Lalu
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat