Suara.com - Ma'ruf (42), seorang warga mendadak panik ketika melihat tumpukan karung yang berisi ular piton besar.
Peristiwa itu terjadi saat Ma'ruf hendak pulang usai menimbang buah kelapa sawit dari warga di Jalan Banitan, Kecamatan Baamang, Sampit.
Perjalanannya menuju rumah terhenti karena ada tumpukan karung yang menghalangi jalan.
Dia pun turun dari kendaraannya bermaksud ingin menyingkirkan karung-karung warna putih tersebut ke pinggir jalan, agar dia bisa melintas. Sambil berjalan, dia mencoba menduga isi karung itu adalah sampah.
Saat mengangkat salah satu karung, dia mulai curiga karena terasa cukup berat. Hal yang membuatnya kaget, isi karung tersebut terasa seperti bergerak-gerak.
Penasaran, dia kemudian memberanikan diri membuka karung tersebut. Dia bertambah kaget karena ternyata karung itu berisi ular piton hampir seukuran pergelangan tangan orang dewasa.
"Saya kaget karena setelah diangkat, karungnya bergerak. Ketika saya buka, ternyata isinya ular piton. Langsung saya ikat lagi karungnya," kata Ma'ruf seperti dilansir Antara, Rabu (8/4/2020).
Takut terjadi hal tidak diinginkan, Ma'ruf kembali mengikat karung itu, agar ularnya tidak keluar. Dia kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Tidak berapa lama, tim patroli polisi tiba di lokasi. Mereka memeriksa isi karung-karung itu dan membuktikan bahwa isinya memang ular piton. Karung-karung berisi ular itu kemudian dibawa ke markas Polres Kotawaringin Timur.
Baca Juga: Waria Mira Dibakar Hidup-hidup, Sempat Minta Rokok ke Sopir Truk
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel mengatakan pihaknya masih menyelidiki motif pembuangan ular-ular piton tersebut.
"Motifnya masih kami selidiki. Penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk menelusuri siapa pelaku yang membuang ular-ular tersebut," kata Rommel.
Namun, pihak kepolisian setempat belum menghitung berapa total jumlah ular yang ada di dalam 10 karung tersebut.
Polres Kotawaringin Timur berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Tengah melalui pos jaga di Sampit terkait penanganan selanjutnya terhadap ular-ular yang kondisinya masih hidup tersebut.
Berita Terkait
-
Dunia Sibuk Lawan Corona, Ratusan Warga di Sampit Malah Asyik Sabung Ayam
-
Hotel Tutup, Bupati Kotim Siapakan Rumah Dinas untuk Petugas Medis Covid-19
-
Takut Dimarahi Suami Punya Anak Lagi, Perempuan Ini Tega Buang Bayi Kembar
-
Geger! Warga Sampit Temukan Sepasang Bayi Kembar di Tempat Sampah
-
Geger Buaya Masuk Kampung dan Makan Ternak Babi di Kotawaringin
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian