Suara.com - Beberapa penumpang kapal feri Indonesia melompat ke laut setelah pihak berwenang memblokir kapal karena kekhawatiran virus corona. Aksi tersebut viral di media sosial dan dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).
Dilansir dari SCMP, Feri tersebut berlayar dari Kalimantan ke pulau Sulawesi dan diblokir oleh petugas ketika akan berlabuh di pulau Flores Timur.
Beberapa penumpang akhirnya melemparkan diri mereka ke laut dengan rompi pelampung untuk berenang menuju daratan. Aksi tersebut dilakukan ketika pihak berwenang sedang memperdebatkan apakah kapal akan diizinkan untuk berlabuh.
"Kami meminta para penumpang untuk bekerja sama dengan protokol kesehatan sebelum turun dari kapal dan menahan diri dari segala tindakan yang dapat membahayakan," kata Wisnu Handoko, seorang pejabat kemenhub seperti yang dikutip dari SCMP.
Feri tersebut membawa 255 penumpang, sebagian merupakan besar pekerja migran yang pulang dari Malaysia setelah negeri jiran itu menetapkan lockdown.
Kapal tersebut datang pada hari Rabu (8/4/2020), sementara Selasa (7/4/2020) penduduk di Maumere berkumpul di pelabuhan untuk memprotes kedatangan kapal. Penolakan tersebut disebabkan karena kekhawatiran penyebaran virus corona.
Para penumpang kapal akhirnya dikarantina usai sampai di daratan. Mereka juga telah dites, namun sepesimen tes yang harus dikirimkan ke Jakarta membuat hasil tes baru bisa keluar satu minggu kemudian.
Per Kamis (9/4/2020), Covid-19 di Indonesia mencapai 2.956 kasus sejak diumumkan pada awal Maret. Sementara itu, tingkat kematian mencapai 249 kasus dan 222 orang dinyatakan telah sembuh.
Ada kekhawatiran tersendiri di daerah-daerah tertinggal Indonesia, seperti Flores. Fasilitas kesehatan di daerah-daerah tersebut masih belum memadai, sehingga jika sampai ada kasus yang terkonfirmasi maka akan sangat menekan sistem kesehatan.
Baca Juga: Menyeduh Green Tea? Ahli Ungkap Rasio Suhu Air dan Teh yang Ideal
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara