Suara.com - Belum lama ini beredar pesan berantai yang menyebut pemerintah menggratiskan akses internet karena adanya virus corona. Pesan itu juga disertai tautan link yang mengarah ke sebuah situs.
"Bersama Lawan COVID-19. Pesan peemrintah tetap di rumah & jaga jarak. Sebagai insentif, pemerintah akan gratiskan akses internet. Baca selengkapnya di https://www[dot]internet[dot]gratis[dot]pemerintah[dot]go[dot]id[dot]beritad[ot]rcti[dot]asia/daftar/," demikian isi pesan tersebut.
Namun, apakah isi pesan itu dapat dipercaya? Benarkah pemerintah menggratiskan akses internet karena corona?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, dapat dipastikan bahwa pesan yang tersebar via Whatsapp itu berisi kabar hoaks.
Pasalnya, Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kominfo Ahmad Ramli telah menegaskan bahwa pesan itu hanyalah hoaks semata.
"Jangan percaya dengan viral karena ini karena itu hoaks," katanya seperti dikutip dari Turn Back Hoax.
Ia juga mengatakan, bisa jadi pesan itu adalah salah satu modus penipuan yang sengaja disebar untuk menggiring orang supaya mengakses tautan.
Ramli pun berpesan, jika menemukan hal semacam itu agar melaporkan ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).
Baca Juga: CEK FAKTA: Hotman Paris Datangkan BTS dan EXO usai Pandemi Corona?
Pesan tersebut diduda dibuat oleh para peretas supaya bisa membobol data pengguna internet yang berhasil masuk ke tautan yang mereka buat.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas maka dapat dipastikan bahwa tidak benar jika pemerintah memberikan akses internet gratis karena adanya virus corona. Pesan berantai itu memuat informasi yang salah dan justru beresiko.
Berita Terkait
-
700 Wartawan Ikuti Rapid Test Corona di Kominfo
-
Menkominfo Klaim Aplikasi Peduli Lindungi Bisa Pantau Orang Kena Corona
-
DPR Minta Kominfo Buat Aplikasi Serupa Zoom, Menkominfo: Sedang Dipelajari
-
Hak Jawab Kominfo: Tak Ada Permintaan Agar Publik Tak Boros Pakai Internet
-
CEK FAKTA: Benarkah Ini Bentuk Virus Corona Usai Diperbesar Ilmuwan India?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal