Suara.com - Sebuah informasi beredar melalui aplikasi WhatsApp terkait garam dapur (NaCl) bisa melawan virus corona alias Covid-19. Penulis pesan mengklaim hal tersebut sebagai hasil eksperimen pribadi.
Lewat pesan tersebut, penulis mengklaim dengan memasukkan sedikit garam dapur ke mulut lalu melarutkan dan menelannya perlahan saat merasakan leher tidak enak dan terasa kering.
Garam selain sebagai penyedap dan pengawet makanan juga diklaim dapat membasmi kuman dan sakit kulit, bahkan sebagai senjata melawan virus corona. Hanya dalam 1/2 hari tenggorokan yang sakit dapat sembuh.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, seperti dikutip Suara.com dari laman Jalahoaks, Kamis (16/4/2020), garam memang telah terkenal sebagai bahan antiseptik alami.
Seperti dilaporkan dalam manado.tribunnews.com (21/03/2020) berkumur dengan air garam memang memiliki khasiat membantu menyamankan tenggorokan.
Namun hingga kiwari, belum ada bukti medis yang menyatakan bahwa berkumur dengan garam dapat membantu menangkal atau mengusir infeksi dari serangan virus corona.
“Tidak ada bukti sama sekali bahwa air garam akan melindungi diri kita dari infeksi virus corona. Jadi, jangan mengandalkan pendekatan ini,” ujar Dr. Michael Head, Senior Research Fellow in Global Health, University of Southampton.
Begitupun informasi dalam beritakini.co (05/02/2020), Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur, dr. Annisa Sutera Insani, SpP menjelaskan bahwa belum ada penelitian tentang kegunaan air garam untuk pencegahan masuknya virus melalui tenggorokan.
Baca Juga: Kumur Air Garam dan Cuka Apel Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19, Benarkah?
Sementara dalam gaya.tempo.co (02/04/2020), Profesor Biologi di Universitas Hope Liverpool, Perpetua Emeagi, mengatakan virus corona tidak akan hidup di tenggorokan namun akan langsung mempengaruhi seluruh saluran pernapasan.
“Virus ini menargetkan satu tujuan, yaitu paru-paru. Jadi, sia-sia jika berkumur dengan air garam,” katanya.
KESIMPULAN
Informasi bahwa garam dapur (NaCl) dapat melawan virus Corona, adalah tidak benar. Faktanya, belum ada bukti medis yang menyatakan berkumur dengan garam dapat menangkal serangan virus corona.
Berita Terkait
-
Cegah Corona, Tukang Parkir di Yogya Pakai Galon untuk Pelindung Wajah
-
Jadi Guru Dadakan Selama Corona, Nia Daniaty Belajar Lebih Sabar
-
Aksi Kapolres Wonosobo Makamkan Sendiri Jenazah Pasien Corona
-
ASI Tidak Bisa Cegah dan Melawan Virus Corona Covid-19, ini Paparan Ahli!
-
Juliana Liem Tewas Dibunuh di Angkot dan 6 Berita Populer Lainnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK