Suara.com - Saat sedang asyik bermesraan, sepasang kekasih di Singapura tiba-tiba didatangi aparat kepolisian setempat.
Mereka didenda 300 dollar Singapura atau senilai tiga jutaan rupiah karena tepergok berciuman di sebuah kafe.
Pasangan yang tengah dimabuk asmara itu tidak sadar kalau di dekat mereka terdapat kamera CCTV yang merekam segala gerak-gerik pengunjung di kafe itu.
Sialnya lagi, lantaran pandemi corona, Negeri Singa itu sedang menerapkan aturan #JagaJarak di tempat umum sehingga siapapun yang ketahuan melanggar akan dihukum.
Dikutip dari Stomp Strais Times, pasangan yang asyik berciuman di Upper Boon Keng Road itu tadinya hanya duduk-duduk santai di sebuah meja yang terletak di area terbuka.
Suasana memang sepi, tak ada siapapun di sana selain mereka berdua. Namun sial, karena terpergok kamera CCTV, seseorang yang berada tak jauh dari sana melaporkan mereka kepada pihak berwenang.
Pada pukul 09.10 pagi waktu setempat, dua orang polisi akhirnya datang ke lokasi dan memberitahu mereka bahwa aksi berciuman di tempat umum yang mereka lakukan melanggar aturan #JagaJarak.
"Saat petugas polisi tiba, mereka mendapati seorang pria berusia 20 tahun dan seorang wanita berusia 19 tahun duduk di bangku taman," kata seorang saksi.
"Mereka masing-masing didenda $300 karena melanggar aturan menjaga jarak yang aman selama pandemi COVID-19."
Baca Juga: Mitra Ojol Bersyukur Dapat Bantuan Sembako dari Gojek Saat Orderan Sepi
Aturan #JagaJarak di Singapura berlaku hingga Oktober mendatang. Setiap warga negara dilarang berdekatan di tempat umum atau jika tidak akan didenda oleh petugas yang berwenang.
Kedua anak muda itu kemudian diminta untuk mematuhi peraturan yang ada dan diminta meninggalkan kafe sesudahnya.
Berita Terkait
-
Dari Langit Dunia ke Nusantara: Jaringan Singapore Airlines yang Bikin Indonesia Makin Terhubung
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
-
Piala AFF 2026: Jamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar, Kapten Singapura Kirim Ancaman
-
Pemuda Indonesia-Singapura Kolaborasi Jaga Stabilitas Multikulturalisme Kawasan
-
Laga Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Bakal Istimewa, Kenapa?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025