Bisnis / Inspiratif
Kamis, 22 Januari 2026 | 06:53 WIB
Singapura dan Indonesia Perkuat Hubungan untuk Mendorong Kohesi Sosial [Ist]
Baca 10 detik
  • Program BRIDGE SIF mempertemukan 30 pemimpin muda Indonesia dan Singapura pada 12–16 Januari 2026 di Singapura.
  • Inisiatif ini berfokus pada dialog lintas budaya, penguatan kepemimpinan, serta praktik inklusivitas sosial masyarakat multikultural.
  • Peserta mempelajari praktik nyata mengenai pengelolaan keberagaman melalui kunjungan lapangan dan lokakarya imersif selama lima hari.

Suara.com - Sebanyak 30 pemimpin muda dari Indonesia dan Singapura berkumpul di Singapura pada 12-16 Januari 2026 dalam program Bilateral Relations and Intercultural Dialogue for Growth and Empowerment (BRIDGE).

Inisiatif yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF) ini bertujuan memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui dialog lintas budaya dan penguatan kapasitas kepemimpinan.

Program tahun ini melibatkan 14 delegasi dari Indonesia dan 16 delegasi dari Singapura.

Mengusung tema “Fostering Social Cohesion in a Multicultural Society”, para peserta mengikuti rangkaian diskusi panel, lokakarya, serta kunjungan lapangan untuk memahami praktik inklusivitas sosial di tengah masyarakat multikultural.

Selama lima hari, para peserta mengikuti sejumlah agenda pembelajaran imersif yang dirancang untuk memberikan perspektif praktis mengenai pengelolaan keberagaman, antara lain:

  • Eksplorasi Inisiatif Akar Rumput: Melakukan tur sosial di distrik Selegie–Prinsep bersama The Foundry untuk melihat bagaimana komunitas lokal mendorong inklusi.
  • Tata Kelola Perumahan Publik: Mengunjungi kawasan Toa Payoh untuk mempelajari peran perumahan publik dalam membentuk interaksi sosial masyarakat modern Singapura.
  • Harmoni Antaragama: Meninjau Harmony in Diversity Gallery yang menampilkan strategi Singapura dalam membangun budaya saling memahami antarumat beragama.
  • Dialog Inklusif melalui Narasi: Mengikuti lokakarya digital bersama The Black Sampan mengenai penggunaan media digital dan budaya sebagai sarana komunikasi inklusif.

Budy Sugandi, Direktur Buperta Pramuka yang menjadi peserta asal Indonesia, menilai program ini sebagai ruang refleksi bersama.

Menurutnya, BRIDGE memberikan kesempatan bagi pemimpin muda untuk melihat berbagai pendekatan yang dapat diterapkan dalam masyarakat yang beragam.

Hal senada disampaikan oleh Ulfatun Hasanah, Program Officer INKLUSI Lakpesdam NU.

Ia menyoroti bahwa kunjungan ke galeri keberagaman membantu peserta memahami cara Singapura mengelola kemajemukan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi momen refleksi atas keunikan konteks di Indonesia.

Baca Juga: Miliano Jonathans Jadi Pahlawan, Cetak Gol Debut Selamatkan Excelsior dari Kekalahan

Thomas Ardian Siregar, Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, yang hadir dalam jamuan pembukaan, menekankan bahwa meskipun kedua negara memiliki skala yang berbeda, Indonesia dan Singapura dipersatukan oleh nilai-nilai harmoni.

Menurutnya, program ini krusial dalam membangun empati guna mempererat hubungan bilateral.

CEO SIF, Corinna Chan, menyatakan bahwa BRIDGE berfungsi sebagai katalis kolaborasi bagi generasi muda untuk merumuskan solusi atas tantangan sosial di kawasan ASEAN.

Sejak tahun 1992, SIF telah aktif di Indonesia dengan fokus awal pada sektor kesehatan dan pendidikan, yang kini meluas ke bidang iklim serta pengembangan pemuda.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya Tujuan 4 mengenai pendidikan berkualitas dan Tujuan 17 terkait kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Load More