Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir resmi memberhentikan Refly Harun dari jabatan sebagai Komisaris Utama PT Pelindo I.
Kabar tersebut mengejutkan banyak pihak lantaran Refly Harun diketahui menjabat di PT Pelindo I kurang dari dua tahun. Dia baru diangkat menjadi komut perusahaan pelat merah tersebut pada 7 September 2018.
Mengenai pencopotan dirinya, Refly Harun pun memberikan tanggapan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Senin (20/4/2020).
Pakar Hukum dan Tata Negara tersebut menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak termasuk mantan Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Terima kasih Rini Soemarno yang mengangkat saya," tulis Refly Harun seperti dikutip Suara.com, Senin (21/4)
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir dan Presiden Joko Widodo atau Jokowo yang memiliki andil dalam pencopotan dirinya.
"Terima kasih Erick Thohir yang sudah memberhentikan dan terima kasih Presiden Jokowi yang sudah mengangkat dan memberhentikan," sambungnya.
Meski telah diberhentikan dari jajaran PT Pelindo I, di akhir cuitannya, Refly Harun mengatakan dirinya akan tetap aktif menjadi peniup peluit yang mengawal jalannya pemerintahan dari luar.
"Izin berada di garis luar untuk terus jadi peniup peluit. Pemerintah benar kita dukung, nggak benar kita kritik. Salam," kata Refly Harun.
Baca Juga: 7 Potret Kompak Artis dan Anak Sambung, Kartika Putri Lengket Banget!
Kontan saja, tanggapan Refly Harun atas pencopotan dirinya mendapat sambutan dari warganet.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Refly Harun dari jabatan Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero) dan menunjuk Achmad Djamaludin untuk mengisi posisi tersebut.
Selain itu Kementerian BUMN juga melakukan pergantian terhadap sejumlah anggota dewan komisaris Pelindo I lainnya.
"Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I Nomor. SK-123/MBU/04/2020 tanggal 20 April dengan ini kami menginformasikan Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)," sebut keterangan resmi Pelindo I.
Kementerian BUMN mengangkat sejumlah anggota komisaris baru Pelindo I, antara lain Arman Depari sebagai komisaris, kemudian komisaris independen yang dijabat oleh Herbert Timbo Parluhutan Siahaan, Ahmad Perwira Mulia Tarigan dan Irma Suryani Chaniago.
Kementerian BUMN juga memberhentikan anggota dewan komisaris Pelindo I sebelumnya yakni Bambang Setyo Wahyudi, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan juga Heryadi dari Komisaris Independen.Sementara Winata Supriatna masih tetap menjabat sebagai anggota dewan komisaris Pelindo I.
"Kami mengucapkan terimakasih atas sumbangan dan dedikasinya selama memangku jabatan tersebut kepada jajaran Komisaris sebelumnya dan selamat datang kepada jajaran Komisaris yang baru PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)," sebut keterangan resmi dari Pelindo I.
Berita Terkait
-
Dicopot dari Komut PT Pelindo, Refly Harun: Terima Kasih Pak Jokowi
-
Erick Thohir Putuskan Semua Petinggi BUMN Tahun Ini Tak Dapat THR
-
Refly Harun Dicopot dari Komut Pelindo I: Nggak Benar Kita Kritik
-
Refly Harun Dicopot Erick Thohir dari Jabatan Komut, Pelindo I: Terimakasih
-
Dari Ratusan BUMN, Ternyata Cuma 10 Persen Perusahaan yang Siap Mandiri
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi
-
Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi