Suara.com - Kelaparan mulai mengancam sejumlah warga Ibu Kota di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Khususnya warga DKI Jakarta yang bekerja di sektor informal atau berpenghasilan harian yang kekinian kehilangan penghasilan akibat tidak bisa beraktivitas.
Permasalahan lainnya adalah bantuan sembako dari pemerintah tidak merata dan terkadang tidak tepat sasaran. Banyak warga miskin yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan tak dapat bantuan.
Seperti yang dialami Muhammad Fadil (43). Sejak pemerintah menerapkan PSBB ia tak bisa menjajakan dagangan kopinya.
Fadil yang hari-harinya jualan kopi keliling menggunakan sepedanya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, kini kehilangan penghasilan. Warga RT 02/5 Cempaka Baru, Kemayoran ini berharap mendapat bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun sayangnya Fadil tak dapat bantuan.
"Jualan sekarang susah, banyak pintu gerbang komplek di tutup, enggak boleh lewat. Pelanggan saya biasanya ojol, kini ojol ngumpul tiga orang saja langsung dibubarin aparat," kata Fadil kepada Suara.com, Sabtu (25/4/2020).
Fadil menuturkan, pekan lalu sempat ada pembagian paket sembako bantuan dari donatur. Namun ia tak dapat, alasan Ketua RT O2, Slamet Hariyanto pembagian sembako secara bergantian.
Sedangkan pembagian sembako yang dari Pemprov DKI Jakarta atau tepatnya dari Kelurahan Cempaka Baru mendapat giliran pada 18 April 2020. Namun, lanjut Fadil, setelah ditunggu-tunggu warga pada 18 April bantuan tak kunjung datang.
Menurut Ketua RT 02, bantuan sembako di Kelurahan itu diundur pada 23 April, tapi juga tidak ada setelah dinanti-nati warga.
"Bagaimana ini pemerintah, kata Ketua RT tanggal 18 April lalu diundur jadi tanggal 23 April, tapi sampai sekarang tidak ada bantuan itu datang," ujarnya.
Baca Juga: Daftar Orang Miskin 22 Kelurahan Penerima Bansos PSBB Jakarta Hari Ini
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Naim (55). Ia mengeluhkan bantuan sembako yang dijanjikan pemerintah tak kunjung datang. Padahal ia sekeluarga sangat membutuhkan bantuan sembako.
"Sembako enggak tau kapan keluarnya, enggak jelas. Padahal kondisi begini orang kayak kami ini butuh beras," kata dia.
Naim sehari-hari berprofesi tukang jahit di rumahnya. Sejak PSBB jarang orang yang datang untuk menjahit pakaian.
"Sekarang susah, biasanya setiap hari ada saja yang datang untuk permak pakaian. Sekarang sepi, orang untuk makan saja susah, enggak ada yang jahit baju atau celana," tuturnya.
Berita Terkait
-
Jelang Ramadan, BPKH Bagikan Ribuan Paket Sembako pada yang Membutuhkan
-
Tak Masuk Daftar Penerima Sembako, Tukang Ojol Adu Jotos dengan Ketua RT
-
Besok Puasa, Sembako Gula dan Minyak Goreng Langka di Bandung
-
Cara Gangster Beradaptasi dengan Corona, Bagikan Sembako sampai Bunuh Orang
-
Berjejal, Pembagian Sembako oleh Istri-istri DPRD Dikritik, Videonya Viral
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan