Suara.com - Pemberlakukan PSBB ditambah dengan pelarangan mudik berimbas kepada pekerja yang mendapatkan uang harian seperti tukang ojek pangkalan.
Sutrisno mengaku kelimpungan untuk mencari penumpang karena adanya PSBB yang diperpanjang dan ditambah dengan adanya larangan mudik.
Sutrisno tiap harinya mengais rezeki di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.
Saat ditemui Suara.com, Sabtu (25/4/2020), Sutrisno pun bercerita jika kondisi terminal sudah sepi sejak pemberlakukan larangan mudik pada Jumat (24/4/2020) kemarin.
"Dari kemarin sebenarnya memang sudah sepi di sini (Terminal Kampung Rambutan). Kami saja yang nyari duit per hari bingung mau makan apa," kata dia.
Pantauan Suara.com, aktivitas di Terminal Kampung Rambutan sudah terlihat kosong melompong. Toko-toko atau warung makan yang ada, sebagian besar tutup karena aturan pemerintah ini.
Sopir bus pun sudah tidak ada lagi yang berada di terminal. Hanya ada sopir angkutan umum dalam kota yang memang masih diperbolehkan beroperasi.
Dia pun mengaku tak bisa memprediksi kapan rezekinya kembali seperti sediakala saat wabah Corona (Covid-19) belum merebak di Tanah Air.
Sutrino pun hanya bisa berharap jika corona yang masih mewabah di bulan Ramadan ini bisa segera berakhir saat umat muslim merayakan hari kemenangan Idulfitri.
Baca Juga: Senang Ravio Patra Dilepas Polisi, Mahfud MD: HP Dijaga Agar Tak Diretas
"Kalau yang ada langganakan enak. Kalau tidak ada bingung. Ya mudah-mudahan, Corona cepat selesai, biar lebaran enak," harapnya.
Diketahui, mulai Jumat kemarin aturan larangan mudik resmi diberlakukan. Sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo, larangan mudik bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.
Pelarangan tersebut berlaku hingga 31 Mei 2020 mendatang bagi angkutan darat. Lalu untuk angkutan kereta api hingga 15 Juni 2020.
Kemudian hingga 8 Juni 2020 untuk angkutan laut, dan 1 Juni 2020 untuk angkutan udara.
Berita Terkait
-
Kosong Melompong, Pemudik Gigit Jari saat Datangi Terminal Kp Rambutan
-
Penyekatan Larangan Mudik di Perbatasan Bandung
-
Dicegat Polisi di Pintu Tol! 1.689 Kendaraan Mudik Terpaksa Putar Balik
-
Kemenhub Pastikan Tutup Jalan Tikus untuk Mudik Lebaran 2020
-
Kebijakan Larangan Mudik di Indonesia Disorot Media Asing
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?