Suara.com - Penyebaran virus corona covid-19 di China kekinian menunjukkan grafik menurun drastis. Sejumlah kota sudah mulai melonggarkan lockdown, salah satunya Hangzhou.
Di kota yang terletak di timur provinsi Zhejiang ini, siswa-siswi sekolah dasar kembali bersekolah.
Meski demikian, tentu dengan sejumlah aturan untuk tetap menjaga jarak atau social distancing.
Dalam melaksanakan aturan tersebut, sebuah sekolah dasar di Hangzhou ini punya cara unik. Mereka memerintahkan agar siswa-siswanya mengenakan topi khusus.
Seperti terlihat dalam unggahan akun Twitter @ChinaDaily, para siswa sekolah dasar tampak mengenakan topi dengan bentuk yang unik.
Topi tersebut tampak memiliki bentuk satu bagian panjang di kanan dan kiri. Topi ini dibuat oleh siswa untuk tetap menjaga jarak atau social distancing antar sesama siswa.
Bukan hanya mengenakan topi unik, para siswa ini juga tetap mengenakan masker sebagai bentuk tindakan pencegahan.
Cara unik satu ini sontak mengundang berbagai tanggapan. Salah satunya adalah akun Twitter @chowleen.
Dalam unggahanya ia menyebutkan bahwa topi social distancing tersebut tampak seperti topi yang dikenakan pada Dinasti Song.
Baca Juga: Efek Corona, Jumlah Sampah di Pasar Niten Berkurang Hingga 30%
Seperti yang diketahui, perkembangan virus corona di China belakangan ini mulai menurun. Bahkan kabarnya semua pasien di wuhan telah sembuh.
Dikutip dari Channel News Asia, Wuhan tak lagi memiliki pasien corona di rumah sakit-rumah sakitnya. Kabar ini disampaikan oleh seorang juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng kepada wartawan.
"Berita terakhir adalah, pada 26 April jumlah pasien virus corona di Wuhan adalah nol, berkat upaya bersama dari Wuhan dan staf medis dari seluruh negeri," kata Mi Feng dalam sebuah konferensi pers, Minggu (26/4/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
-
DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans