Suara.com - Seorang sopir taksi di Singapura ditangkap pihak berwajib setelah kedapatan menyebarkan informasi palsu terkait lockdown.
Mengutip dari Straits Times, Senin (27/4), pria yang diketahui bernama Kenneth Lai Yong Hui ini mengunggah hoaks di grup Facebook 'Taxiuncle'.
Dalam unggahan tersebut, dirinya mengatakan telah menerima informasi bahwa periode lockdown Singapura akan diperpanjang hingga 18 April.
Menurut dokumen pengadilan, Lai dinyatakan bersalah atas penyebaran informasi palsu dengan menyebut memiliki 'intel' yang telah memberi tahu dirinya soal perpanjangan periode lockdown tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengungkap postingan Lai pada 15 hingga 16 April yang menyebut,"food court, kedai kopi akan tutup. Supermarket hanya buka seminggu dua kali."
"Lebih baik bergegas menyetok persediaan selama satu bulan atau lebih. Pejabat pemerintah telah mengadakan pertemuan kemarin dan akan segera menerapkan kebijakan besok."
Atas perbuatan menyebar informasi palsu terkait lockdown ini, Lai diancam hukuman penjara hingga 3 tahun, dengan denda maksimal Rp 108,6 juta.
Lai disebutkan sebagai orang yang pertama kali didakwa di Singapura setelah melakukan pelanggaran selama wabah virus corona.
Dalam sidang hari Senin, dihadapan majelis hakim Lai mengaku bersalah dan menyesali tindakan yang telah ia lakukan.
Baca Juga: Kabar Baik Hari Ini, Pemerintah: Kasus Corona di Jakarta Sudah Melambat
"Saya sangat menyesal atas apa yang telah saya lakukan," kata Lai.
Lebih lanjut disebutkan, Lai akan kembali menghadiri persidangan pada 27 Mei mendatang.
Terkait hal ini, kepolisan mengatakan pihaknya tak akan ragu mengambil tindakan bagi siapapun yang menyebar informasi palsu.
"Anggota masyarakat harus merujuk ke sumber resmi dan menghindari penyebaran informasi palsu, karena ini dapat menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran publik," tambah polisi.
Sebagai informasi, pemerintah Singapuran telah memperpanjang periode lockdown hingga 1 Juni mendatang.
Selama itu, supermarket, foodcourt, kedai kopi dan restoran yang menyediakan layanan takeaways tetap buka. Sementara, gerai makanan dan minuman yang berdiri sendiri dan salon tutup sejak 22 April.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK