Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana menyalurkan dana total tiga miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp46,2 triliun) untuk membantu negara-negara miskin dan berkembang memulihkan sektor ekonomi dan sosialnya yang sempat lumpuh akibat pandemi COVID-19.
Lewat pernyataan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (28/4/2020), anggaran pemulihan itu diperoleh dari Dana Tanggap dan Pemulihan COVID-19 PBB/"UN COVID-19 Response and Recovery Fund", sebuah aksi penggalangan dana lintas lembaga.
"Dana itu berencana menyalurkan satu miliar dolar AS pada sembilan bulan pertama dan dua miliar dolar AS pada dua tahun setelahnya, untuk mendukung negara berpendapatan rendah dan menengah, di antaranya termasuk negara-negara miskin dan berkembang serta kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak," terang PBB.
Dalam pernyataan itu, PBB turut mengapresiasi sumbangan yang diberikan Pemerintah Belanda sebanyak 15 juta Euro (sekitar 16,6 juta dolar AS) untuk Dana Pemulihan COVID-19 tersebut.
"(Pemerintah Belanda) mengikuti jejak Norwegia dan Denmark yang sebelumnya telah berkomitmen menyumbang masing-masing 150 juta Krone Norwegia (sekitar 14,1 juta dolar AS) dan 50 juta Krone Denmark (sekitar 7,3 juta dolar AS)," terang pernyataan tersebut.
Tidak hanya negara-negara itu, pengumpulan dana juga didukung oleh "Rise for All" (Bangkit untuk Semua), gerakan yang diinisiasi pemimpin perempuan PBB dan didukung oleh pemimpin perempuan negara-negara dan lembaga dunia.
Gerakan itu dikoordinasikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed dan didukung oleh Presiden Ethiopia Sahie-Work Zewde, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, Perdana Menteri Barbados Mia Mottley, Duta UN Women Pakistan Muniba Mazari, Direktur Pelaksana UNICEF Henrietta Fore, Direktur Pelaksana UN Women Phumzile Mlambo-Ngcuka, dan Direktur Pelaksana UNFPA Natalia Kanem.
"Beberapa bulan ke depan, diharapkan lebih banyak pemimpin perempuan, dari sektor politik, multilateral dan bisnis, ikut bergabung gerakan Rise for All, mendukung upaya PBB membantu pemulihan ekonomi dan sosial (mereka yang terdampak), serta mendukung penuh penggalangan Dana Tanggap dan Pemulihan COVID-19 PBB," demikian keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat per Selasa (28/4/2020) jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 2.924.722 dan 200.617 di antaranya meninggal dunia. Penyakit yang disebabkan virus corona (SARS-CoV-2) itu sampai saat ini telah menyebar ke 213 negara dan wilayah.
Baca Juga: Usai Salam Saat Salat Magrib Berjemaah, Warga Sidoarjo Mendadak Meninggal
Berbeda dengan data WHO, worldometers.info melaporkan jumlah pasien positif COVID-19 di dunia saat ini mencapai 3.088.128, dengan jumlah total kematian 212.795 orang di seluruh dunia.
Berita Terkait
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
-
Gak Ada Takut-takutnya, Benjamin Netanyahu ke Sidang Umum PBB Meski Terancam Ditangkap
-
Puing Antariksa Kian Bertambah, PBB Minta Negara-Negara Kurangi Dampak Lingkungannya
-
Geger Donald Trump Dikabarkan Dukung Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung