Suara.com - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan ulah Youtuber Hasarjr11 yang menawarkan uang Rp 10 juta kepada orang mau membatalkan puasa.
Hasan mengincar beberapa target lalu mengiming-imingi uang senilai Rp 10 juta bila mereka mau membatalkan puasa dengan makan pizza.
Aksinya itu merupakan bagian dari sebuah konten yang diunggah di kanal Youtube. Namun seketika menuai protes dari khalayak karena dinilai tidak pantas dan tidak menghargai orang yang berbuasa.
Tak lama setelah ulahnya menjadi sorotan, Hasan melalui akun Instagram pribadinya menyampaikan permohonan maaf kepada khalayak.
Lewat sebuah video, Hasan menyesali perbuatannya dan mengaku bahwa konten yang beredar murni karena kesalahannya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Hasanjr11, saya meminta maaf ke seluruh masyakarat atas salah satu video YouTube saya yang tidak pantas. Saya mengakui itu 100 persen kesalahan saya pribadi,” kata Hasanjr11 seperti dikutip Suara.com, Rabu (29/4/2020).
Youtubers tersebut juga mengaku telah mendapat banyak hikmah atas ulahnya. Kedepannya, ia berjanji akan berkarya lebih baik lagi.
"Saya tidak mau melakukan pembenaran. Saya memang salah dari kejadian ini jadi pembelajaran saya untuk tidak membuat video seperti ini lai dan memperbaiki konten-konten saya," ungkapnya.
Video permohonan maaf Hasan tersebut tak ayal kembali menyedot atensi publik termasuk dari para pesohor negeri.
Baca Juga: Ada yang di Dubai, 5 Artis Bollywood Punya Properti Mewah di Luar India
Salah satunya Ustaz Felix Siauw yang terlihat menyentil Hasan supaya berkarya lebih baik lagi.
"for-Give To for-get (memaafkan untuk melupakan --red) yuk berkarya lagi buat kebaikan," tulis @felixsiauw.
Selain itu teguran disampaikan oleh dokter sekaligus influencer, Dokter Tirta. Ia meminta Hasan untuk tidak mencari sensasi lewat konten sensitif.
"Mbok jangan kebiasaan to lur . Wis sue lho sampean diapali. (Jangan kebiasaan bro. Sudah lama Anda ditandai). Salah klarifikasi - ulang - sensasi. gitu-gitu terus. Ayok. Nama sudah gede (besar). Semoga sukses terus yah!. Toss", kata @dr.tirta.
Sementara warganet lainnya turut memberikan kritik atas ulah Hasan dan meminta agar pemuda itu tidak mengulangi kesalahannya.
Sejak dibagikan, video permohonan maaf Hasan telah disaksikan lebih dari 544 ribu kali.
Berita Terkait
-
PDP Kabur Saat Karantina Sudah 'Diprediksi' Bajaj Bajuri Belasan Tahun Lalu
-
PDKT, Chat Warganet Ini Baru Dibalas 8 Tahun Kemudian
-
Viral Remaja Tabrakan Terkapar di Jalan Selesai Subuh, Diduga Balap Liar
-
Ditegur Satpol PP, Penjual Takjil Malah Tendang Dagangan
-
Bule Gendong Anak Ngamen Diduga Kehabisan Uang dan 4 Berita Viral Lainnya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!