Suara.com - Akibat pandemi covid-19, banyak perhelatan akbar terpaksa dijadwalkan ulang dengan alasan kesehatan dan keselamatan umat manusia.
Salah satu perhelatan akbar di bidang olahraga yang diragukan dapat digelar adalah Olimpiade. Sesuai jadwal, perhelatan olahraga ini akan digelar di Jepang.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan pada hari Rabu (29/04), bahwa Olimpiade Tokyo tidak akan digelar tahun depan kecuali pandemi virus corona reda. Sebab gubernur-gubernur meminta perpanjangan keadaan darurat Jepang untuk penanganan Covid-19.
Komite Olimpiade Internasional dan pemerintah Jepang bulan lalu menunda Olimpiade hingga Juli 2021 karena krisis virus corona.
"Kami telah mengatakan bahwa Olimpiade dan Paralympic Games harus diadakan dalam bentuk yang lengkap, agar semua atlet dan penonton dapat berpartisipasi dengan aman. Tidak mungkin untuk mengadakan Olimpiade dalam bentuk yang begitu lengkap kecuali pandemi virus corona reda," ujar Abe ketika menanggapi seorang anggota parlemen oposisi, dikutip dari Reuters.
Perdana Menteri Abe menginfestasikan sebagian dari warisannya sebagai perdana menteri terlama di Jepang dalam menyelenggarakan Olimpiade. Dengan harapan akan terjadi peningkatan di sektor pariwisata dan belanja konsumen.
Jepang mengumpulkan sekitar 3 miliar dolar dalam bentuk sponsor domestik sekaligus mencatatkan rekor, dan menghabiskan hampir 13 miliar dolar untuk persiapan.
Presiden Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori juga memberikan tanggapan serupa perihal Olimpiade 2020. Ia menyatakan bahwa Olimpiade tak bisa lagi diundur, satu-satunya pilihan apabila pandemi masih berlanjut adalah pembatalan.
Meskipun dilanda isu pembatalan, Mori tetap berpikir positif. Menurutnya, Olimpiade 2020 akan jadi ajang yang berkesan apabila dunia berhasil mengalahkan pandemi Covid-19.
Baca Juga: Kawanan Tikus Penuhi Jalanan Jepang Usai Berlakukan Karantina Akibat Corona
"Olimpiade ini akan jauh lebih berharga dari edisi-edisi sebelumnya apabila kita bisa menggelarnya setelah memenangi pertempuran (menghadapi Covid-19) ini," kata Mori.
Hingga Rabu (29/04) Tokyo mengkonfirmasi 47 infeksi baru melalui stasiun televisi swasta Nippon Television. Sehingga jumlah total kasus mencapai 13.895 dan sebanyak 413 kasus kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sopir Main HP, Truk Molen Terjepit di Jembatan Matraman Sampai Ban Harus Dikempiskan
-
Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter
-
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"
-
Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
-
GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal