Suara.com - Selandia Baru tak mencatatkan kasus positif virus Corona untuk pertama kalinya sejak 16 Maret 2020. Kabar itu dikonfirmasi Kementerian Kesehatan dalam konferensi pers, Senin (4/5/2020).
Dilansir Newshub, Direktur Jendral Kesehatan Dr. Ashley Bloomfield sekaligus membeberkan tak ada tambahan kasus kematian baru di Selandia Baru. Jumlahnya hingga kini tetap di angka 20.
Menurut Bloomfield, fakta ini menunjukan efektifitas penanganan pandemi Covid-19 di negaranya. Masyarakat juga dinilai turut berperan dengan kedisiplinan menjaga jarak sosial.
"Ini bukan hanya tentang jumlah kasus atau pola, tetapi orang-orang mengambil harapan serius tentang jarak fisik dan kebersihan, dan tidak menyia-nyiakan keuntungan kita," kata Bloomfield dilansir Newshub, Senin (4/5/2020).
Bloomfield juga menyinggung kebijakan vaksinasi flu bagi orang-orang di atas 65 tahun di Selandia Baru. Hal itu disebutnya efektif menurunkan penyebaran Covid-19.
"Hal itu mengurangi kemungkinan bahwa mereka akan terkena flu dan kemudian menderita jenis penyakit yang akan menempatkan mereka di rumah sakit," katanya.
Kendati menunjukan tren penurunan penyebaran Covid-19, Bloomfield menegaskan Selandia Baru tak akan buru-buru mengendurkan kebijakan jarak sosial.
Hingga dua minggu ke depan, Selandia Baru disebutnya akan tetap berada di kewaspadaan level tiga, untuk memastikan tak ada kasus infeksi yang tak terdeteksi.
Merujuk data Worldometers, Senin (4/5/2020), Negeri Kiwi telah mencatatkan 1.487 kasus infeksi Covid-19 dengan 1.276 orang berhasil pulih.
Baca Juga: Warga Selandia Baru Kembali Bekerja, PM Ardern: Harus Tetap Waspada
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi