Suara.com - Beberapa waktu terakhir marak terjadinya aksi prank oleh para Youtuber yang meresahkan warga. Bahkan, tak jarang pula aksi prank tersebut merendahkan golongan masyarakat tertentu.
Termutakhir, aksi prank dilakukan oleh YouTuber Ferdian Paleka memancing amarah warganet gara-gara membuat konten video prank atau menjahili waria.
Ia berdalih membagikan sembako yang dibungkus kardus kepada waria. Padahal sebenarnya, beberapa kardus yang telah disiapkan itu berisi sampah dan batu bata.
Video prank tersebut kekinian telah dihapus atau diturunkan dari platform YouTube.
Bagaimana caranya untuk meminimalisir akses terhadap video serupa? Melaporkan konten adalah salah satu solusinya.
Dikutip dari thread akun Twitter Lini Zurlia, berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk melaporkan sebuah konten tak bertanggung jawab tanpa harus menyumbang view dengan menontonnya.
1. Buka aplikasi Youtube
2. Ketik kata kunci di tampilan pencarian atau search di tampilan bar paling atas
3. Klik tanda titik tiga dari video yanga kan dilaporkan
Baca Juga: Ikut Ferdian Paleka Nge-Prank Waria, Rekan Serahkan Diri Diantar Keluarga
4. Pilih menu 'report' atau 'laporkan'
5. Pilih alasan mengapa Anda ingin melaporkan konten tersebut
Pilihan alasan terdiri atas:
- Sexual content -- konten seksual
- Violent or repulsive content -- konten kekerasan atau kekejaman
- Hateful or abusive content -- konten bernada kebencian atau kasar
- Harmful or dangerous acts -- tindakan berisiko atau berbahaya
- Spam or misleading -- spam atau menyesatkan
Itulah tutorial melaporkan sebuah konten Youtube yang tidak bertanggung jawab atau di luar batas aturan yang berlaku.
Berita Terkait
-
5 Fakta Ferdian Paleka, YouTuber yang Dihujat Usai Prank Waria
-
Nge-prank Kasih Makanan Sampah ke Transpuan, Siapakah Ferdian Paleka?
-
Korban Prank Ferdian Paleka: Saya Berharap Dikasih Mie, Tapi Isinya Sampah
-
Cuma Butuh Hair Dryer, Wanita Ini Bagikan Tutorial Bikin Bulu Mata Lentik
-
Manisnya, Atta Halilintar Rela Masakin Aurel Hermansyah Sahur
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel