News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2020 | 10:30 WIB
Didi Kempot saat menghibur para sobat ambyar di Panggung Big Bang Festival Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12) malam. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Musisi campursari Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah di usianya 53 tahun. Sepanjang kariernya, Didi Kempot tak hanya dikenal sebagai penyanyi di dalam negeri namun juga populer hingga ke Suriname, Amerika Selatan.

Dalam sebuah wawancara dengan Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto Moestadja pada 2013 silam, Soewarto menyebut Didi Kempot sebagai penyanyi terpopuler di Suriname karena berkali-kali mendapatkan anugerah musik nasional di Suriname.

Pria dengan nama asli Dionisius Prasetyo itu juga dikenal piawai meracik alunan musik hingga sesuai dengan selera musik warga Suriname. Ia juga biasa menyanyikan lagu dalam bahasa nasional Suriname yakni bahasa Belanda.

"Dia (Didi Kempot) tahu selera musik di Suriname dan tidak hanya bernyanyi dalam bahasa Indonesia, tapi juga dalam bahasa nasional Suriname (Belanda)," ujar Soewarto dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2020).

Bukan hanya komunitas warga Jawa yang berada di Suriname saja yang sangat menggemari musik yang dibawakan oleh Didi Kempot, orang-orang asli Suriname juga sangat menyukai aliran musik keroncong dan campursari yang dibawakannya.

"Hingga kini dia masih populer di industri musik Suriname," ungkapnya.

Tak hanya Didi Kempot, nama musisi senior Waljinah juga harum di Suriname. Bahkan, ia juga mendapatkan penghargaan Life Achievement dalam augerah musik Suriname pada 2012 lalu atas kontribusi dan konsistensinya di aliran musik keroncong.

"Dia tidak bisa hadir saat itu, jadi saya datang langsung ke Solo untuk menyerahkan penghargaan Life Achievement kepada Ibu Waljinah," tuturnya.

Komunitas Jawa di Suriname sendiri mencapai 15 persen dari total populasi di negeri ini setelah etnik India, Kreol (Afrika) dan Marun (Afrika).

Baca Juga: Kronologi Ketua RW Ribut Adu Kepala dengan Warga Gegara Bansos Corona

Load More