Suara.com - Musisi campursari Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah di usianya 53 tahun. Sepanjang kariernya, Didi Kempot tak hanya dikenal sebagai penyanyi di dalam negeri namun juga populer hingga ke Suriname, Amerika Selatan.
Dalam sebuah wawancara dengan Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto Moestadja pada 2013 silam, Soewarto menyebut Didi Kempot sebagai penyanyi terpopuler di Suriname karena berkali-kali mendapatkan anugerah musik nasional di Suriname.
Pria dengan nama asli Dionisius Prasetyo itu juga dikenal piawai meracik alunan musik hingga sesuai dengan selera musik warga Suriname. Ia juga biasa menyanyikan lagu dalam bahasa nasional Suriname yakni bahasa Belanda.
"Dia (Didi Kempot) tahu selera musik di Suriname dan tidak hanya bernyanyi dalam bahasa Indonesia, tapi juga dalam bahasa nasional Suriname (Belanda)," ujar Soewarto dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2020).
Bukan hanya komunitas warga Jawa yang berada di Suriname saja yang sangat menggemari musik yang dibawakan oleh Didi Kempot, orang-orang asli Suriname juga sangat menyukai aliran musik keroncong dan campursari yang dibawakannya.
"Hingga kini dia masih populer di industri musik Suriname," ungkapnya.
Tak hanya Didi Kempot, nama musisi senior Waljinah juga harum di Suriname. Bahkan, ia juga mendapatkan penghargaan Life Achievement dalam augerah musik Suriname pada 2012 lalu atas kontribusi dan konsistensinya di aliran musik keroncong.
"Dia tidak bisa hadir saat itu, jadi saya datang langsung ke Solo untuk menyerahkan penghargaan Life Achievement kepada Ibu Waljinah," tuturnya.
Komunitas Jawa di Suriname sendiri mencapai 15 persen dari total populasi di negeri ini setelah etnik India, Kreol (Afrika) dan Marun (Afrika).
Baca Juga: Kronologi Ketua RW Ribut Adu Kepala dengan Warga Gegara Bansos Corona
Berita Terkait
-
Didi Kempot Meninggal Dunia, Inul Daratista Hingga Soimah Berduka
-
Foto Jenazah Didi Kempot Diiringi Isak Tangis Sang Istri
-
Jelang Didi Kempot Meninggal, Istri Tulis Status Meriang Berjamaah di WA
-
Alasan Virus Corona, Sobat Ambyar Diminta Tak ke Pemakaman Didi Kempot
-
Perginya The Godfather of Broken Heart, Jejak Langkah Didi Kempot
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno