News / Internasional
Selasa, 05 Mei 2020 | 13:40 WIB
Ilustrasi pesawat jatuh. (Antara)

Suara.com - Pesawat yang membawa pasokan bantuan untuk Covid-19 jatuh di kota Bardale, Somalia, Senin (4/5). Insiden ini menewaskan 6 orang.

Menteri Trasnportasi Somalia Mohamed Salad mengatakan enam korban meninggal tersebut merupakan pilot, kopilot, ahli penerbangan, pilot trainee, serta dua orang staf maskapai tersebut.

Perihal penyebab kecelakaan, Salad menyebut dirinya tidak ingin berspekuliasi. Pun pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, yang rencananya akan tiba di tempat kejadian pada Selasa (5/5).

Melansir Reuters, seorang mantan menteri pertahanan Abdiarashid Abdullahi Mohamed telah mendapatkan informasi dari seorang saksi di lapangan, mengatakan pesawat tersebut nampaknya ditembak.

Berdasarkan yang diceritakan saksi, Abdiarashid menerangkan bahwa pesawat tersebut sempat berusaha mendarat, namun kembali naik karena ada beberapa hewan liar di lapangan udara.

Pesawat kemudian mencoba pendaratan kedua dan saat itu lah muncul serangan tembakan yang mengenai salah satu sayap pesawat.

Abdiarashid juga menunjukkan bangkai peswat yang terbakar, serta daftar nama ke enam penumpang yang tewas tersebut.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Somalia, pesawat tersebut merupakan milik maskapai African Airways yang tengah digunakan untuk mengangkut peralatan untuk penanganan wabah pandemi virus corona.

"Sebuah pesawat African (Rxpress) Airways dari Mogadishu terbang menuju Baidoa, dan kemudian melanjutkan penerbangan ke kota Bardale, di mana pesawat tersebut jatuh," kata agensi melalui situs web.

Baca Juga: Media Internasional Sebut Didi Kempot 'Penjaga Gawang Bahasa Jawa'

"Tidak jelas mengapa pesawat tersebut jatuh."

Kelompok pemberontak Somalia, Al Shabaab diketahui sering berada di daerah pesawat itu jatuh, meski kota Bardale dan lapangan udaranya dijaga oleh pasukan Somalia dan Ethiophia.

Load More