News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2020 | 17:42 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bersama para seniman Jateng yang berlatih. (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Acara yang bertema "Panggung Kahanan, Mositifi Covid-19", digelar seminggu tiga kali, di hari Senin, Rabu dan Jumat oleh para seniman Jawa Tengah (Jateng). Sebelumnya, mereka berlatih di rumah Dinas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang disulap jadi ruang pertunjukan alternatif bagi para seniman selama Bulan Ramadan.

Kegiatan itu dimulai Senin (4/5/2020). Beragam pertunjukan disajikan tiga hari dalam seminggu dan disiarkan secara langsung di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo.

Ganjar menyebut, dibukanya rumah dinas sebagai salah satu ruang pertunjukan alternatif, agar para seniman tetap berkreasi di tengah pandemi. 

"Awalnya saya ngobrol dengan para seniman. Saya berpikir, bagaimana nasib kawan-kawan? Ya sudah manggung saja, kita pentas live streaming. Nanti tempatnya di lapangan basket rumah dinas," kata Ganjar, Jateng, Senin (4/5/2020).

Untuk pertunjukan perdana ini, Konde, perupa asal Semarang mengawali aksi, kemudian ada kelompok musikalisasi puisi paradoks dari Kendal, kelompok tari dari Semarang, Adin Khoiruddin, Direktur Hysteria dan stand up komedi oleh Ipin.

Ganjar mengatakan, acara ini memiliki satu tujuan, yaitu agar seniman tetap berkreasi, tidak pernah patah hati dan tidak patah semangat. Ia menambahkan, beberapa kali ia diajak terlibat dalam acara-acara live oleh para seniman.

Ketika memasuki masa pandemi, merekatidak berhenti live streaming, tapi justru semakin intens. Akhirnya dia memutuskan menggelar hak serupa.

"Ini semuanya serba gotong royong dan spontan. Malah teman-teman artis nasional pengin diundang. Kayaknya sekali-kali bisa berkolaborasi agar menyemangati teman-teman untuk tetap berkarya," katanya

Untuk yang sedang nonton di rumah, kata Ganjar, "Kita tidak boleh mati langkah atau mati gaya. Karya, inovasi dan kreasi itu harus ditunjukkan ke seluruh medium yang ada."

Baca Juga: Mengenang Momen Ganjar Pranowo Duet Bareng Didi Kempot Nyanyi Pamer Bojo

"Dengan cara itu, semua orang bisa meniru cara kawan-kawan seniman yang mencoba untuk bertahan dan menghibur," katanya.

Pada kesempatan itu, Adin menyampaikan materi mensiasati pandemi.

"Beberapa minggu terakhir, saya banyak beraktivitas online. Kita mesti social distancing, karena di tengah pandemi, festival-festival tidak ada. Biasanya orang menggelar festival karena tidak ada waktu untuk mencari hiburan dan berkumpul, akhirnya festival jadi tujuan," katanya.

Tapi, lanjut Adin, ketika di tengah pandemi ini, seniman dipaksa mengubah perilaku dari manual ke digital. Dia mengibaratkan, kondisi saat ini sama halnya dengan masa pengumpulan tugas yang selesai ataupun tidak harus dikumpulkan.

Jika revolusi 4.0 adalah migrasi dari manual ke digital, pandemi mempercepat itu. Di saat kegelisahan menimpa semuanya, Ganjar justru menawarkan ruang kreatif.

"Beberapa waktu lalu, Afrizal Malna dan beberapa seniman lain telah menggelar pertunjukan online.

Load More