Suara.com - Beredar puisi yang diklaim dibuat pada 1919 tentang adanya pandemi. Puisi misterius tersebut mendadak viral dan diyakini asli.
Akun Facebook atas nama SQ Farm yang petama kali menunggah di media sosial. Dalam penjelasannya, bait-bait puisi ini disebut-sebut merupakan karya seorang sastrawan bernama Kathleen O'Mara pada 1869 dan ditulis ulang pada 1919 tepat 100 tahun yang lalu.
"Puisi pandemik tahun 1919 ini sama seperti kondisi hari ini," tulisnya dalam akun Facebook miliknya.
Berikut isi puisi tersebut:
_Spanish Flu Pandemic_
Dan orang-orang tinggal di rumah
Dan membaca buku
Dan lebih banyak mencoba untuk mendengarkan
Dan mereka beristirahat
Baca Juga: Perginya Didi Kempot, Pembaharu Musik Rakyat Campur Sari di Indonesia
Dan melakukan berbagai latihan baru
Dan membuat karya seni baru dan mencoba memainkannya
Dan belajar cara-cara yang baru
Dan tiba-tiba berhenti dari seluruh aktifitasnya dan mencoba mendengarkan lebih dalam
Ada yang bermeditasi, adapula yang berdoa
Adapula yang hanya merenungi bayangan mereka sendiri
Dan orang-orang mulai berfikir dengan cara yang berbeda
Dan orang-orang mulai sembuh.
Dan tidak ada lagi orang yang hidup dengan cara yang bodoh
Hidup yang ceroboh, tidak memiliki makna dan tidak memiliki arti
Bumipun mulai kembali pulih
Dan ketika kondisi bahaya itu mulai berakhir, Orang-orang mulai menemukan diri mereka sendiri
Mereka berduka atas kematian
Dan mulai membuat pilihan baru
Dan memimpikan visi yang baru
Dan menciptakan cara hidup baru
Dan sepenuhnya menyembuhkan bumi
Sama seperti mereka disembuhkan.
Benarkah klaim tentang puisi tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (5/5/2020), klaim yang menyebut bahwa puisi tersebut dibuat pada 1919 dan telah meramalkan pandemi merupakan klaim yang salah.
Puisi tersebut sebenarnya puisi modern yang ditulis oleh Catherine M. O’Meara. Puisi tersebut ditulis selama pandemi virus corona berlangsung dan dipublikasikan melalui blog pribadinya The Daily Round pada 16 Maret 2020.
Dikutip dari Liputan6.com, pada 19 Maret 2020 majalah Oprah menjuluki O'Meara sebagai 'pemenang pujangga pandemi'. Sang penulis yang memiliki nama pena Kitty O'Meara merupakan seorang pensiunan guru yang tinggal di Kota Madison, Wisconsin.
Ia menyalurkan keahliannya dalam menulis sebagai upaya mengurangi kepanikan di tengah maraknya pemberitaan tentang virus corona.
Melansir dari irishcentral.com, O’Meara menulis puisi sebagai kesempatan untuk melakukan kegiatan yang bertujuan seperti meditasi, olahraga, menari dan menghasilkan semacam penyembuhan global.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, disimpulkan puisi tersebut ditulis oleh Catherine M. O’Meara di tahun 2020 sebagai upaya untuk mengurangi kecemasan selama pandemi, bukan oleh Kathleen O’Mara di tahun 1919.
Klaim yang dimuat dalam akun Facebook tersebut tersebut masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Berita Terkait
-
Pandemi Corona Bikin Satwa-satwa di TMII Kekurangan Stok Pakan
-
Ada Tiga Penumpang Terpapar Corona, KRL Dipastikan Tetap Beroperasi
-
Pakai Hazmat, MCCC Surabaya Tuntut Pemkot dan Pemprov Setop Perselisihan
-
Di Kenya, Korban Meninggal Akibat Banjir Lebih Banyak dari Covid-19
-
Gubernur Banten Ajukan Utang Rp 800 Miliar ke BJB untuk Penanganan Covid?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo