Suara.com - Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep mengeluh terhadap komentar yang dilontarkan oleh warganet.
Pasalnya, komentar tersebut menyebut nama Kaesang. Padahal sosok yang dimaksud warganet itu adalah Gibran Rakabuming.
Awalnya, akun Twitter @***abc* mengomentari pemberitaan tentang bisnis kuliner milik Gibran Rakabumin. Dalam artikel itu disebutkan bahwa usaha milik Gibran mendapat modal sekitar Rp 71 miliar.
"Bentar lagi gila..Reply banyak banget bukti terguncang. Anak oligarki kek Kaesang mah emang cuma duit/proyek pikirannya. Kok pada marah sih dikasih tau," tulis akun Twitter @***abc*.
Padahal dalam berita itu disebutkan bahwa modal yang diberikan kepada usaha milik Gibran berasal dari sebuah firma modal ventura.
Dana itu akan dipakai untuk menambah kios di seluruh Indonesia dan ekspansi di sekitar Asia Tenggara.
Kaesang menanggapi komentar warganet tersebut. Putra bungsu Jokowi ini mengingatkan kepada pemilik akun @***abc* bahwa dia salah menyebut nama.
"Mohon maaf pak, salah tag itu. Harusnya si @Chilli_Pari (Gibran Rakabuming--red). Jelas-jelas bukan muka saya itu," tulis Kaesang.
Tak hanya sampai di sana. Kaesang pun bertanya-tanya mengapa warganet selalu mengarahkan hal-hal jelek kepada dirinya.
Baca Juga: Menilik Masa Kecil Kim Jong Un: Sekolah di Swiss dan Gunakan Nama Palsu
"Kenapa yang jelek-jelek harus ditujukan ke saya? Sekali-kali @Chilli_Pari (Gibran Rakabuming--red) aja," ujar Kaesang dalam cuitan yang diunggah ke Twitter, Selasa (5/5/2020).
Cuitan itu lantas dikomentar banyak warganet. Beberapa di antaranya berpendapat Gibran lebih ganteng daripada Kaesang.
"Simpel. Mas Gibran lebih ganteng," ujar @psychovid.
"Mungkin mas Gibran terlalu tampan," komentar @fadhilarahmarp.
Seorang warganet ada yang memberi saran agar Kaesang bersikap seperti sang kakak.
"Coba menjadi cool kayak Gibran. Biar gak di ceng-cengin mulu. Wkwkwkw," komentar @bayhndn.
Berita Terkait
-
Bisnisnya Pernah Dibantu Didi Kempot, Kaesang Ungkap Penyesalan Ini
-
Foto Wisuda Jokowi di UGM Dituding Editan, Tanggapan Gibran Jadi Sorotan
-
Ditantang Tukar Nasib Jadi Pengangguran, Kaesang Beri Jawaban Menohok
-
Anak Presiden Jokowi Minta Meme Baru, Netizen Suguhkan Gambar Bupati Klaten
-
Mau Buka Toko di Klaten Takut Logo Diganti, Kaesang Sindir Bupati Klaten?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah