Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan daftar link situs nonton film streaming yang bisa diakses gratis oleh warga. Aksi Kominfo tersebut justru mendapatan kecaman dari banyak pihak.
Awalnya, salah satu portal media mainstream membagikan berita berisi daftar situs streaming film bioskob yang bisa disaksikan secara gratis melalui media sosial. Ternyata unggahan tersebut direspons oleh Kominfo.
Melalui akun Twitter @djikp, Kominfo membalas cuitan terseut dengan mengirimkan gambar mobil polisi yang membunyikan strobo sebagai tanda hendak melakukan penangkapan.
"Ninu ninu ninu," demikian tulisan dalam foto tersebut seperti dikutip Suara.com, Rabu (6/5/2020).
Balasan dari Kominfo tersebut langsung mendapatkan beragam respons dari publik. Banyak warganet yang kesal dengan Kominfo dan meminta agar Kominfo lebih memprioritaskan menangani kasus kebocoran data.
Topik mengenai Kominfo juga masuk dalam daftar trending topik di Twitter. Ada lebih dari 3 ribu cuitan menggunakan tagar tersebut , kebanyakan mengkritisi kebijakan Kominfo.
Pada akhir Desember 2019, Kominfo mengumumkan memblokir situs web streaming ilegal IndoXXI. Pihak IndoXXI mengumumkan akan menutup laman situs mereka per 1 Januari 2020.
Penutupan situs streaming tersebut membuat warganet kesal. IndoXXI merupakan salah satu situs terpopuler dan digunakan oleh 35 persen perangkat streaming gelap (ISD).
"Gini aja cepet lu, noh akun yang kebobolan urusin," ujar @affansooultan.
Baca Juga: Viral! Ngamar dengan Wanita Lain, Polisi di Medan Digerebek Istri
"Jangan ninu ninu doang lihat film bajakan, tuh @tokopedia data-data penggunanya dibajak harus lebih diprioritaskan," ungkap @siradam_.
"Ah nggak asik lu orangnya," @bilangjugaapa.
Tudingan dari publik tersebut direspons oleh Kominfo. Kominfo menegaskan pihaknya telah melakukan upaya dalam penanganan kasus kebocoran data tersebut yang disampaikan oleh Menteri Kominfo Johny G Plate.
Kominfo membagikan cuitan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menampilkan pernyataan Menteri Kominfo mengenai kasus kebocoran data.
"Untuk yang bertanya tentang respon pemerintah dalam kasus pembobolan data Tokopedia, bisa disimak ya," tulis Kominfo.
Berita Terkait
-
Gerakannya Sama Terus, Video Bintang Emon Diedit Kocak Warganet
-
Salut! Aksi Rayakan Kelulusan Anak SMA Ini Tuai Pujian
-
Tak Suka Gunakan Huruf Kapital, Aksi Warganet Ini Bikin Ngakak
-
Jadi Sorotan, Warganet Ini Temukan Biskuit Gosong Dijual di Minimarket
-
Fans Didi Kempot Nangis Sesenggukan, Warganet Justru Miris Melihat Hal Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan