- Pramono menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo tentang perapian ibu kota demi tata ruang lebih tertata.
- Kebijakan "gentengisasi" ini meliputi penggantian atap seng menjadi genteng, ditegaskan setelah Rakornas pada Senin (2/2/2026).
- Pemprov DKI akan menjadikan hunian baru proyek percontohan dan melarang penggunaan seng pada bangunan pemerintah baru.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program perapian wajah ibu kota.
Langkah ini diambil guna mempercantik estetika Jakarta agar terlihat lebih rapi dan tertata dari sudut pandang tata ruang.
Pramono menyatakan kesepakatannya terhadap usulan perubahan material atap rumah warga yang semula menggunakan seng menjadi genteng.
Kebijakan yang kini mulai dikenal dengan istilah "gentengisasi" ini diproyeksikan akan mengubah drastis lanskap permukiman di Jakarta.
Komitmen tersebut ditegaskan Pramono usai dirinya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama para wali kota dan bupati seluruh Indonesia pada Senin (2/2/2026).
Pramono mengaku sangat mendukung visi Presiden dalam menciptakan wajah kota yang lebih manusiawi dan tidak kumuh.
"1.000 persen saya setuju," ujar Pramono di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).
Gubernur yang akrab disapa Mas Pram ini juga menilai bahwa penggunaan material genteng akan memberikan dampak visual yang jauh lebih baik bagi Jakarta.
"Memang bagi Jakarta juga lebih baik lah. Meskipun di Jakarta yang memanfaatkan seng sebenarnya tidak terlalu banyak," kata politisi PDIP itu di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan proyek pembangunan hunian baru sebagai pilot project atau proyek percontohan kebijakan ini.
Instruksi tegas pun segera dikeluarkan Pramono kepada jajaran terkait untuk memastikan tidak ada lagi bangunan pemerintah yang menggunakan material seng.
"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta udah nggak boleh lagi pakai seng," tuturnya.
Pramono juga menyoroti pentingnya standarisasi material bangunan untuk meningkatkan kualitas hidup warga di rumah susun.
Langkah ini diharapkan dapat memicu perubahan serupa pada bangunan-bangunan swasta maupun rumah pribadi milik warga di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Donald Trump di AS, Bahas Tarif Impor dan Board of Peace
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik