Suara.com - Tidak seperti warga Amerika Serikat yang berunjuk rasa agar kebijakan lockdown segara dicabut, warga Australia sepertinya masih merasa nyaman berada di rumah.
Kendati pemerintah Negeri Kanguru sejauh ini diklaim berhasil menurunkan angka infeksi COVID-19, sebagian besar warganya masih enggan beraktivitas di luar ruangan.
Dilansir dari ABC, sebuah survei yang dilakukan Vox Pop Labs terhadap 2.225 orang menunjukkan warga Australia masih memandang pandemi virus Corona sebagai ancaman serius.
Survei menunjukkan, hanya 12 persen masyarakat yang berani menghadiri acara atau kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan.
Sementara hanya sekitar 20 persen warga yang berani berpergian menggunakan jasa penerbangan komersial. Sedangkan untuk kegiatan kecil seperti datang ke bar dan restoran, hanya 40 persen masyarakat yang berani melakukan itu.
Temuan itu sejalan dengan anggapan Dr. Anne-Marie Turner. Dia menganggap krisis kesehatan yang melanda dunia telah membuat masyarakat Australia nyaman berada di rumah.
"Anda tahu, dengan berada di rumah, Anda mengurangi potensi terekspos virus ini. Anda dapat mengendalikan lingkungan Anda sendiri," kata Dr. Turner dilansir ABC, Rabu (6/5/2020).
Lebih jauh, survei dari Vox Pop Labs juga menunjukan bahwa 41 persen masyarakat Australia meyakini kehidupan normal selepas pandemi COVID-19 baru akan terjadi dalam 12 bulan ke depan.
Hanya 23 persen masyarakat yang percaya bahwa pandemi COVID-19 akan segera berakhir dan kehidupan normal bisa kembali bergulir sekitar enam bulan ke depan.
Baca Juga: Sebelum Pulang ke RI, 14 ABK Terdampar di Korsel Jalani Karantina Covid-19
Hasil survei tersebut mnejadi masalah tersendiri bagi pemerintah Australia yang berencana untuk mencabut kebijakan lockdown.
Setelah menerapkan lockdown parsial dan meniadakan aktivitas ekonomi sejak 25 Maret lalu, Australia sudah mulai mengendurkan kebijakan di akhir April.
Pemerintah telah membuka Pantai Bondi dan dua pantai tetangganya di Sydney. Pembukaan itu hanya diberlakukan untuk warga setempat setelah sebulan lalu mengalami penutupan.
"Untuk membuat orang Australia kembali bekerja, kita harus membuat orang Australia kembali bekerja di ekonomi yang aman," kata Perdana Menteri Scott Morrison.
"Kami berusaha menemukan seperti apa perekonomian yang aman itu, sehingga kami dapat bergerak ke arah sana," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ini Dia Sosok Koko Erwin, Bandar Sabu Kakap yang Diduga Setor Uang dan Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Detik-detik Penangkapan Koko Erwin, Bandar Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya
-
"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI
-
1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia