News / nasional
Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari
Ilustrasi bajak laut. [shutterstock]

Suara.com - Tiga warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan perompak alias bajak laut ketika melaut di perairan Gabon. Pemerintah Indonesia masih menunggu informasi resmi terkait kabar tersebut.

Tiga WNI itu ialah anak buah kapal (ABK) yang bekerja menggunakan kapal ikan dengan bendera Senegal.

Kabarnya tiga WNI tersebut diculik bersama dua warga Senegal dan satu warga Korea Selatan.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan bahwa KBRI yang ada di Abuja, Nigeria telah berkomunikasi dengan Pemerintah Gabon. Namun hasilnya masih nihil.

Baca Juga: 5 WNI Diculik Abu Sayyaf, Pemerintah RI Singgung Soal Uang Tebusan

"Tapi hingga saat ini kita belum menerima informasi resmi terkait kejadian tersebut," kata Judha saat konferensi pers secara virtual, Rabu (6/5/2020).

Akan tetapi, di lain sisi pemerintah juga mendapatkan kabar dari sumber-sumber yang didapat perwakilan terkait kejadian itu. Penculikan itu terjadi pada 3 Mei 2020.

Setidaknya ada dua kapal ikan berbendera Senegal yang menjadi sasaran penculikan saat tengah berlayar di perairan Gabon.

Meskipun sudah mendapatkan info itu, akan tetapi pemerintah akan tetap menunggu informasi resminya.

"Dalam konteks ini kami masih menunggu konfirmasi resmi otoritas Gabon terkait dengan kejadian tersebut."

Baca Juga: 5 WNI Diculik Abu Sayyaf, Pemerintah Baru Pikir Penyelesaian Jangka Panjang