Suara.com - Antrean calon penumpang terlihat kondusif di Posko Pengendalian Percepatan Penanganan Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin (11/5/2020). Para calon penumpang melakukan verifikasi sebelum masuk ke ruang tunggu terminal.
Pantauan Suara.com di terminal 2E masih tampak lengang, belum ada antrean penumpang seperti kondisi normal. Beberapa penumpang juga mulai memahami beberapa peraturan yang ditetapkan pemerintah terkait pengecualian larangan penerbangan.
Mereka mendatangi posko dengan berkas yang sudah siap sehingga tidak menghambat antrean.
Salah satu calon penumpang, Revi (24) yang mengaku sebagai pegawai swasta mengatakan, dirinya mendapatkan tugas dari kantornya untuk dinas ke Manado hari ini selama 10 hari ke depan.
Sebelum berangkat hari ini, dia mempersiapkan beberapa dokumen untuk bisa terbang seperti tiket, surat keterangan negatif covid-19, dan surat pengantar dari kantor atau aparat setempat.
"Saya flight jam 13.00 WIB, tapi saya di sini dari jam 10, ngurus administrasi ini takutnya antre lama, jadi saya datang duluan, bawa surat-surat lengkap dan sudah lolos verifikasi di posko," kata Revi kepada Suara.com, Senin (11/5/2020).
Revi mengakui dirinya cukup was-was dengan wabah virus corona yang belum hilang, namun pekerjaan membuatnya harus beradaptasi dengan kondisi saat ini.
"Mau gimana lagi, saya ditugaskan ke sana, kita ikut saja aturannya, yang penting tidak melanggar aturan," katanya.
Berdasarkan jadwal penerbangan yang tercantum di website resmi soekarnohatta-airport.co.id, Bandara Soetta pada hari ini melayani 789 keberangkatan dan 802 kedatangan baik penerbangan domestik maupun internasional.
Baca Juga: Sejak April 2020, Sebanyak 40 Penumpang di Bandara Soetta Positif Corona
Jumlah tersebut masih jauh dari jumlah rata-rata penerbangan sebelum pandemi virus corona melanda di angka 2.000 penerbangan per hari.
Diketahui, sejak pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, dan SE Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 31 Tahun 2020 pada Kamis (7/5/2020), Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi untuk kepentingan tertentu.
PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II membuat aturan ketat berdasar kedua surat itu, yakni penumpang yang hendak berpergian menggunakan pesawat wajib membawa tiga dokumen, antara lain; tiket, surat keterangan negatif covid-19, dan surat pengantar dari kantor atau aparat setempat.
PNS, TNI, dan Polri bisa menyertakan surat pengantar dinas dari institusi masing-masing sebagai kelengkapan dokumen perjalanan. sementara untuk pekerja swasta bisa menyerahkan pengantar dari RT atau RW setempat.
Bandara Soetta tidak menyediakan rapid test di Bandara sehingga calon penumpang harus mengurus di fasilitas kesehatan sebelum berangkat ke bandara.
Sesampainya di bandara, calon penumpang harus memverifikasi ketiga berkas itu ke petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara di posko covid-19 yang terdapat di setiap terminal.
Berita Terkait
-
Sejak April 2020, Sebanyak 40 Penumpang di Bandara Soetta Positif Corona
-
Penumpang di Bandara Soetta Menumpuk, 11 Orang Dilaporkan Positif Covid
-
Penerbangan Domestik Dibuka, Calon Penumpang Tunjukkan Surat Jalan
-
Penerbangan Domestik Dibuka, Begini Suasana di Bandara Soekarno Hatta
-
Bandara Soekarno Hatta Mulai Layani Penerbangan, Halim Perdanakusuma Belum
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan