Suara.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Koordinasi ini dilakukan untuk mencegah potensi terjadinya korupsi dalam menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa untuk penanganan covid-19.
Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ipi Maryati Kuding mengatakan agar kedua Pemda dapat menyalurkan secara tepat blt dana desa tersebut, sesuai data calon penerima.
"Kepada kedua pemda agar memperhatikan dan menjalankan mekanisme penyaluran bansos dan BLT secara tepat. KPK juga menekankan pada pentingnya kepastian dan kebenaran data calon penerima BLT Dana Desa serta bantuan jaring pengaman sosial lainnya," kata Ipi dalam keterangannya, Senin (11/5/2020).
Rencanannya Pemda Kabupaten Sumedang akan memulai memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga yang terdampak pandemi virus corona pada Kamis (14/5/2020) mendatang.
Dana desa di Kabupaten Sumendang mencapai Rp 220 miliar. Nantinya dana tersebut disalurkan ke 270 desa.
Untuk BLT Dana Desa di Kabupaten Sumedang hingga 11 Mei 2020, telah tersedia dana sebanyak Rp 60 Miliar, yang nantinya akan disampaikan kepada 33.800 Kepala Keluarga (KK).
Menurut Ipi, Pemkab Sumedang melalui mekanisme musyawarah desa (musdes), mencatat 216 desa yang telah melaporkan data warganya.
Data warga desa tersebut kekinian tengah dipadankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumedang. Hingga saat ini telah terdata warga dari 77 desa yang telah dipadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bahkan dari 77 desa itu, sebanyak 66 desa sudah mengusulkan Blt dana desa tahap II.
"Dari informasi yang disampaikan kepada KPK, Pemkab Sumedang menyediakan Blt dana desa sebanyak Rp 600 ribu per KK selama tiga bulan ke depan," ujar Ipi
Baca Juga: Gubernur NTT Klaim Temukan Racikan Tradisional Sembuhkan Pasien Corona
Ada tiga kriteria penerima BLT dari pemkab Sumedang di antaranya mereka yang kehilangan mata pencaharian tetap, tidak mempunyai cukup tabungan untuk bisa hidup sehari-hari, dan tidak menerima bantuan jaring pengaman sosial lainnya, seperti PKH dan Bantuan Sosial (Bansos).
Selain Blt dana desa, Pemkab Sumedang juga telah menganggarkan dana untuk penanganan bencana Covid-19, sebesar total Rp 103,5 Miliar.
Anggaran itu terdiri dari, Rp 58,3 Miliar untuk penanganan kesehatan, Rp 11,09 Miliar untuk pemulihan ekonomi, Rp 31,5 Miliar untuk penyediaan Jaring Pengaman Sosial, dan Rp2,6 Miliar untuk dana operasional Tim Gugus Tugas Kabupaten Sumedang. Bantuan ini akan disalurkan kepada total 409.456 KK.
Sementara, Pemkab Bandung baru menyalurkan sebagian BLT kepada tiga desa yang telah dilakukan verifikasi dan validasi data.
Ketiga desa tersebut adalah Desa Cibiruwetan, Kecamatan Cileunyi sebanyak 190 KK; Desa Biru, Kecamatan Majalaya sebanyak 177 KK; dan Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu sebanyak 171 KK. Pencairan Blt dana desa diantarkan langsung ke rumah warga penerima.
Di Pemkab Bandung untuk keseluruhan dana yang dialokasikan tersebut dalam penanganan covid-19 sebanyak Rp 72,4 Miliar.
Itu akan disalurkan kepada 789.023 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan sebanyak 221.361 KK yang Non-DTKS.
Berita Terkait
-
5.195 Orang Positif Corona di Jakarta, 453 Pasien di Antaranya Meninggal
-
Bayam dan Tempe, Menu Favorit Evan Dimas Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan
-
TKI saat Corona: Tak Digaji, PHK, hingga Tidur di Lemari
-
Penumpang Mobil Lebih dari 50 Persen saat PSBB DKI Bakal Didenda Rp 1 Juta
-
Kapten Real Madrid: Spanyol Butuh Sepak Bola untuk Pulihkan Ekonomi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro