Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta beberapa waktu lalu telah resmi mengumumkan pelarangan aktivitas usaha yang tidak termasuk dalam sektor pengecualian selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meski begitu, pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan masih ada yang nekat berjualan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Arifin mengatakan akan menutup lapak dagang PKL itu. Langkah itu dilakukan karena PKL tidak hanya melanggar PSBB, tapi juga berjualan di trotoar.
"Nanti saya tutup. Hari ini saya suruh ke sana (petugas) kalau memang di Mampang masih ada," ujar Arifin saat dihubungi suara.com, Rabu (13/5/2020).
Arifin mengakui belum mendapatkan laporan soal adanya PKL di depan Pasar Mampang. Petugas Satpol PP pun juga pernah melarang PKL berdagang di lokasi itu.
Namun, imbauan Satpol PP hanya bertahan sementara dan pedagang kembali lagi berjualan. Karena itu, ia akan berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya untuk melakukan penutupan.
"Kita sampaikan ke PD Pasar Jaya untuk ditutup," jelasnya.
Salah satu pedagang Suwondono mengakui, sempat diminta tidak berjualan. Namun, ia kini nekat kembali menjajakan dagangannya seperti biasa.
Ia menganggap, kegiatan berdagang yang sudah dilakukan sejak lama tak berbahaya. Menurutnya, ketika berjualan selama PSBB, pelanggan sepi dan tak membuat kerumunan.
"Ya lagian sepi begini mau nertibin apa? Kan enggak ngumpul-ngumpul," katanya.
Baca Juga: Dilema PKL Pasar Mampang: Di Rumah Nasib Tak Jelas, Jualan Tak Ada Pembeli
Sementara itu, dari pantauan Suara.com, pasar dadakan yang berjualan sejak sore hingga malam hari ini dipenuhi para pedagang. Mereka memenuhi badan trotoar di dekat jalan layang menuju Panglima Polim.
Barang yang dijajakan berbagai macam. Mulai dari pakaian anak hingga dewasa, barang elektronik seperti pengeras suara, power bank, pelindung HP, sepatu, ikat pinggang, dan barang lainnya termasuk makanan.
Sebelumnya, Suwondono mengakui, pedagang sempat tak berjualan saat masa PSBB baru dimulai. Para pedagang, kata Suwondono sempat ditegur oleh petugas Satpol PP.
"Ada waktu itu kita tutup sekitar 10 hari. Diminta Satpol PP 'tolong ya ditutup dulu sebentar jualannya.' Sudah dari pas corona PSBB itu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (12/5/2020).
Berita Terkait
-
Penampakan Rompi Khusus Pelanggar PSBB Jakarta, Mirip yang Dipakai Koruptor
-
Sanksi Sosial Pelanggar PSBB DKI Berlaku Hari Ini: Dihukum Nyapu di Kuburan
-
Dilema PKL Pasar Mampang: Di Rumah Nasib Tak Jelas, Jualan Tak Ada Pembeli
-
Jualan Lagi, PKL Pasar Mampang: Mending Mati di Luar Daripada Diam di Rumah
-
Sempat Dilarang Satpol PP, PKL di Pasar Mampang Jualan Lagi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi