Suara.com - Pemerintah Turki menyumbang 100 sepeda untuk gugus tugas nasional COVID-19 Uganda guna memudahkan transportasi para pekerja medis di tengah pandemi.
Duta Besar Turki untuk Uganda, Kerem Alp, pada Kamis menyerahkan sepeda kepada gugus tugas, komite yang dipimpin oleh perdana menteri untuk menyalurkan bantuan dan mengumpulkan sumber daya guna memerangi COVID-19 di negara tersebut.
Menurut Alp, negaranya mengindahkan seruan presiden Uganda untuk mendukung sektor kesehatan selama menghadapi tantangan merespons pandemi secara efektif.
Sepeda akan memudahkan transportasi para pekerja medis di distrik Sembabule dan Kitgum, di mana sebagain besar petugas medis garda terdepan minim transportasi ke rumah sakit. Menurut Alpn, sepeda-sepeda itu dirancang untuk pengguna uniseks.
Perdana Menteri Ruhakana Ruguda berterima kasih kepada rakyat Turki atas respons mereka terhadap seruan Museveni untuk mendukung aksi melawan COVID-19.
Uganda saat ini mengkonfirmasi 160 kasus virus corona dengan 63 pasien sembuh tanpa kematian.
Sejumlah organisasi kemanusiaan Turki lainnya yang telah mendistribusikan bantuan termasuk makanan bagi warga Urganda yang sudah rentan, seperti Foundation for Education and Solidarity (FES), the CARE Foundation, dan Turkey Uganda (TURUGA) TADD, dan sejumlah lainnya. (Anadolu)
Berita Terkait
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Jejak Sejarah di Balik Layar: Mengintip Megahnya Bozda Film Platosu di Istanbul
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Menjelajahi Menara Galata: Ikon Istanbul dengan Panorama 360 Derajat
-
Menemukan Sisi Tenang Uskudar di Tengah Istanbul
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online
-
Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU