- Dua remaja diduga melakukan perundungan terhadap bocah di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6/2026) malam.
- Gubernur Pramono Anung memerintahkan tindak lanjut tegas terhadap pelaku perundungan melalui rekaman CCTV yang telah ditemukan.
- Pemerintah DKI Jakarta berencana mencabut KJP atau KJMU milik pelaku serta memperketat pengawasan di berbagai ruang publik.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku perundungan di Jakarta.
Pernyataan itu muncul menyusul insiden perundungan yang menimpa MWP (6), bocah yang diseret dua remaja hingga tersengat listrik di Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6/2026) malam.
Dua remaja berinisial LNG dan RVN diduga menyeret korban ke sebuah tiang yang mengalirkan listrik, hingga menyebabkan MWP tersengat dan jatuh pingsan di lokasi.
Kedua pelaku disebut berstatus pelajar SMP dan SMA di Jakarta.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian merekam aksi perundungan tersebut, dan menjadi dasar Pramono memerintahkan tindak lanjut kepada dinas terkait.
"Jadi untuk pembullyan yang terjadi di Senen, karena kebetulan di CCTV-nya terlihat, saya sudah meminta untuk ini ditindaklanjuti," ujarnya di kawasan Joglo, Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026).
Pramono juga mengusulkan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi pelaku perundungan maupun tindakan menyimpang lain yang berstatus pelajar.
"Kami ambil tindakan setegas-tegasnya. Kalau misalnya dia pelajar dan dia pemegang Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, maka yang seperti itu kita tarik KJP maupun KJMU-nya," tegas eks Sekretaris Kabinet itu.
Pramono turut mengerahkan Dinas Pendidikan serta Satpol PP untuk memperketat pengawasan di ruang-ruang publik yang rawan dijadikan lokasi perundungan.
Baca Juga: Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
"Saya sudah menyampaikan kepada dinas terkait terutama Dinas Pendidikan untuk ini, termasuk Satpol PP dan sebagainya, untuk ruang tempat-tempat yang dilakukan pembullyan seperti itu, Pemerintah DKI Jakarta tidak memberikan toleransi sama sekali," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mau Gratis Naik MRT sampai Masuk Ragunan? Catat Dua Tanggal Ini
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas
-
BBM Naik, Pramono Optimistis Warga Jakarta Bakal Beralih ke Transportasi Umum
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron