Suara.com - Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian menyebutkan hingga saat ini sudah ada 30.098 orang yang tergabung menjadi relawan Gugus Tugas Covid-19. Namun pihaknya masih membutuhkan relawan tambahan terutama yang ahli di bidang psikologi dan komunikasi.
Andre menerangkan saat ini pihaknya masih membuka pendaftaran bagi masyarakat yang berminat untuk menjadi relawan medis ataupun non medis. Bagi yang ingin mendaftar bisa mengunjungi situs resmi Gugus Tugas ataupun dengan menghubungi organisasi masyarakat kepemudaan yang telah menjalani kerja sama dengan tim relawan Gugus Tugas.
Meski sudah banyak yang menjadi relawan, pihaknya tetap kekurangan untuk dua spesifikasi yakni psikologi dan juga komunikasi massa.
"Karena psikologi sosial ini juga merupakan satu hal penting yang sedang kita kedepankan. Masyarakat sudah cukup banyak yang stress ada tekanan, begitu juga untuk tenaga-tenaga penyuluh jadi yang mempunyai kemampuan komunikasi," kata Andre dalam pemaparannya yang disiarkan langsung melalui akun YouTube BNPB, Rabu (20/5/2020).
Ia menuturkan adanya syarat penerimaan baik untuk relawan medis ataupun non medis. Untuk relawan medis yang ingin mendaftar setidaknya harus menyertakan sertifikasi yang sudah sesuai dengan bidangnya, harus lulus pemeriksaan kesehatan atau medical check up serta memiliki surat izin keluarga.
Kalau untuk relawan non medis yang mendaftar hanya akan diwawancara seputar latar belakang diri, pendidikan serta kompetensi yang mau dilakukan selama menjadi relawan.
Lebih lanjut Andre menjelaskan kalau jumlah relawan tersebut merupakan gabungan antara tim relawan medis dan non medis yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Sekitar 80 persen dari jumlah itu merupakan relawan tenaga medis seperti dokter, bidang hingga perawat.
Sedangkan untuk relawan non medis juga diramaikan oleh mahasiswa yang mendaftar melalui Kemendikbud. Setidaknya sudah ada 15 ribu mahasiswa yang direkrut dan kini terdaftar sebagai relawan gugus tugas.
Baca Juga: Wacana Longgarkan PSBB, Relawan Covid-19: Pemerintah Harus Percaya Sains
Berita Terkait
-
Pemkab Tulungagung Merasa Dirugikan dengan Sebutan Klaster Pabrik Rokok
-
Cerita di Balik Video Viral Penyambutan Pasien Sembuh Corona di Kulon Progo
-
Tekan Covid-19, Jokowi Minta Gugus Tugas Tingkat RT/RW dan Desa Diperkuat
-
TikTok Gandeng Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ajak #MudikOnline
-
LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 18 Mei 2020
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas