Suara.com - India saat ini menjadi salah satu negara di Asia dengan kasus virus corona covid-19 terbanyak, bahkan sudah melebihi China. Sebagai salah satu upaya untuk menekan penularan, lockdown di terapkan di negara tersebut.
Salah satu upaya untuk menjaga aturan lockdown tetap dijalankan, para aparat negara India dikerahkan. Dan ada kejadian unik terjadi saat pengawasan yang dilakukan oleh Polisi India.
Suara.com menyadur Times of India (TOI), seorang pemuda di India mebuat selembar uang Rupee menjadi masker. Kejadian tersebut terjadi di dekat Blok L Shastri Nagar di Meerut pada hari Sabtu (16/05).
Dua orang pemuda bernama Amir dan Mehboob yang mengendarai motor di Meerut, yang satu menutupi wajahnya dengan saputangan dan yang lain tanpa masker segera setelah bertemu dengan beberapa polisi di jalan.
Seorang pemuda yang tidak menggunakan masker tersebut segera mengeluarkan uang kertas 10 rupee dan menempelkannya di mulutnya sebagai masker wajah yang inovatif. Melihat kejadian tersebut, Petugas Polisi justru "memberi hadiah" pada mereka yakni dua masker wajah dan sebuah FIR atau surat tilang.
Petugas Circle of Civil Lines, Sanjeev Deshwal, mengatakan kepada TOI, "Ketika melihat dua pemuda tersebut saya sedang bertugas. Yang depan mengenakan saputangan. Ketika polisi melihat pembonceng, ia dengan cepat menempelkan uang 10 rupee untuk menutupi mulutnya."
"Pemuda tersebut mengaku melakukan hal nyentrik tersbeut karena ia tidak memiliki masker, kemudian kami menyerahkan dua (masker) kepada mereka. Tetapi, keduanya tidak dapat menjelaskan mengapa mereka berkeliaran saat lockdown." jelas Sajev dikutip dari TOI.
Sumber kepolisian mengatakan kedua pemuda tersebut bekerja sebagai pekerja kontrak di kota Meerut.
Ketika ditanya tentang aksinya, Amir justru curhat sebab ia tidak memiliki cukup uang untuk membeli sebuah masker.
Baca Juga: Suzuki Club Reaksi Cepat Distribusikan APD dan Masker N95
"Masker seharga 40 Rupee dan saya hanya punya 10 Rupee. Jadi, saya menggunakannya sebagai topeng. Kami tinggal di daerah Parikshitgarh di kabupaten itu dan datang ke kota untuk mengambil gaji dari majikan kami." jelasnya.
Amir menambahkan bahwa dia sekarang lebih bersyukur bisa mengenakan masker yang diberikan oleh polisi daripada uang kertas 10 rupee.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?