Suara.com - Pemerintah kota Wuhan, China telah melarang warganya untuk berburu dan memakan hewan liar sebagai antisipasi gelombang kedua wabah virus Corona dan pandemi lain di masa mendatang.
Menyadur The Hill, Pemerintah Wuhan telah mengumumkan kebijakan itu pada Rabu (20/5/2020). Konsumsi dan perburuan hewan liar kini terlarang di kota dengan populasi 11 juta orang tersebut.
Administrasi kota Wuhan kini hanya mengizinkan perburuan untuk tujuan-tujuan tertentu yang praktiknya disetujui oleh pemerintah.
"Penelitian ilmiah, regulasi populasi, pemantauan penyakit epidemi, serta keadaan khusus lainnya," tulis laporan CBS dikutip dari The Hill, Kamis (21/5/2020).
Selain pelarangan berburu, pemerintah kota Wuhan juga akan membatasan besar pada peternakan hewan liar. Para petani akan dilarang membiakan hewan non-ternak semacam kelelawar.
Bahkan, pemerintah China secara nasional telah menekan kebijakan itu pada bulan lalu. Pada Jumat (15/5/2020), Provinsi Hunan telah mengumumkan rencana kompensasi untuk membujuk petani menjual ternak mereka.
Spesialis kebijakan Humane Society International (HSI) China, Peter Li mengapresiasi tindakan pemerintah. Dia menilai China kini tampak lebih serius tentang menghentikan perdagangan hewan eksotis.
"Dalam 20 tahun terakhir, banyak orang mengatakan kepada pemerintah China untuk membeli operasi pembiakan satwa liar tertentu," kata Li.
"Ini adalah pertama kalinya pemerintah China benar-benar memutuskan untuk melakukannya," tandasnya.
Baca Juga: Penjambret Rampas Tas Guru Ngaji Isi Kitab Suci, Warganet Doakan Begini
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?