Suara.com - Guna memutus rantai penyebaran virus corona, Kolombia memutuskan untuk memberlakukan larangan bagi penerbangan internasional.
Menyadur Al Jazeera, kebijakan larangan untuk penerbangan internasional di Kolombia ini akan berlaku hingga 31 Agustus mendatang.
"Hingga 31 Agustus, kami akan melarang perjalana udara internasional atau membuka perbatasan darat," ujar Menteri Tranportasi Kolombia Angela Maria Orozco, Rabu (20/5).
Pemerintah Kolombia pada Mei ini juga memberlakukan larangan untuk penerbangan domestik. Jika sesuai rencana, kebijakan ini akan berlaku hingga akhir Juni.
Keputusan larangan aktivitas penerbangan ini memicu reaksi kontra dari beberapa maskapai penerbangan di Kolombia. Kendati demikian, pemerintah disebut masih bersikeras untuk melanjutkan kebijakan.
Kolombia merupakan satu diantara negara di Amerika Latin yang memberlakukan pembatasan perjalanan guna memerangi wabah Covid-19.
Sebelumnya, Argentina, Peru, Ekuador, EL Salvador, dan Panama juga menghentikan aktivitas penerbangan dan beruangkali memperpanjang larangan mengingat sebaran penyakit semakin meluas.
Menurut data dari Worlometers, sejauh ini Kolombia mencatat total kasus infeksi virus corona mencapai 17.687 dengan 630 kematian.
Baca Juga: Heboh! Warga di Kabupaten Bandung Dengar Suara Dentuman dari Langit
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi