Salah satu yang selamat, insinyur Muhammad Zubair, mengatakan kepada Geo News bahwa pilot sempat turun, mendarat sebentar, lalu berangkat lagi.
Dia mengumumkan akan melakukan percobaan kedua sesaat sebelum pesawat jatuh, kata Zubair dari rumah sakit.
"Aku bisa mendengar teriakan dari segala arah. Anak-anak dan orang dewasa. Yang bisa kulihat hanyalah api. Aku tidak bisa melihat orang lain, hanya mendengar teriakan mereka," kata dia.
Puluhan rumah rusak ketika pesawat menderu jatuh, meninggalkan jalinan kabel listrik terputus, sayap pesawat yang patah bersandar pada sisi rumah, sebuah mesin tergeletak di tanah di dekatnya.
Bahan bakar jet membakar puing-puing, bersama dengan rumah dan kendaraan, mengirim asap hitam ke langit, kata seorang saksi mata kepada Reuters.
Kerumunan bergegas ke lokasi, kerabat mencari orang yang dicintai, demikian pula pekerja penyelamat. Puluhan ambulans dan mobil pemadam kebakaran memenuhi jalan-jalan sempit yang penuh puing-puing.
Seorang pekerja penyelamat mengatakan dua mayat ditemukan dengan masker oksigen. Banyak mayat yang ditarik dari puing-puing telah hangus dan tak bisa dikenali.
Kepala eksekutif maskapai mengatakan pada Jumat bahwa pesan terakhir dari pilot menunjukkan masalah teknis. Sebuah tim dari Airbus akan tiba pada Senin untuk menyelidiki, kata juru bicara PIA.
"Mereka akan memberikan semua bantuan yang mungkin termasuk menjelaskan kode kotak hitam," kata juru bicara seperti dikutip Antara dari Reuters.
Baca Juga: Model Zara Abid Jadi Korban Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Tag
Berita Terkait
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip
-
Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD