Suara.com - Kantor pos Nova Posha di Kiev, Ukraina menjalankan aturan memakai masker dengan ketat. Staf atau petugas di sana tidak akan mau melayani warga yang datang tanpa mengenakan masker.
Aturan ini membuat seorang wanita yang datang ke kantor pos Nova Posha di Kiev, Ukraina melakukan tindakan ekstra.
Wanita tersebut melepas celana dalamnya dan memakainya sebagai masker setelah ditolak petugas di kantor pos. Kejadian ini terekam kamera pengawas atau CCTV dan menjadi viral di internet.
Dilansir The Sun, Selasa (26/5/2020), rekaman CCTV memperlihatkan wanita itu tanpa malu melepaskan celana panjangnya.
Orang-orang di sekitarnya tampak canggung dan berusaha keras untuk tidak menatap.
Wanita itu kemudian melepaskan celana dalam warna putih dan memakainya di wajah.
Menurut media setempat, kantor pos Nova Posha telah mengkonfirmasi insiden itu. Mereka mengatakan staf yang membagikan rekaman CCTV ke media sosial dapat dihukum karena berbagi informasi perusahaan.
Seorang saksi mata mengatakan wanita dalam video itu adalah warga setempat.
Wanita itu dikenal sebagai ibu dari dua anak yang tidak senang dengan aturan baru terkait masker di tengah pandemi virus corona.
Baca Juga: Teman Diisolasi, Wanita di Tanjungpinang Pilih Kabur, Ogah Tes Corona
Seorang warganet mengomentar video tersebut di media sosial, "Yah, dia menemukan jalan keluarnya. Belum ada yang melarang penggunaan celana dalam untuk masker!"
Warganet lain berkomentar, "Dia beruntung dia tidak memakai thong (celana dalam yang berukuran kecil) hari itu kalau tidak idenya akan gagal!
Untuk diketahui, pemerintah Ukraina memberlakukan lockdown sejak bulan April. Semua warga harus membawa kartu identitas dan mengenakan masker.
Pada pertengahan Maret, semua bisnis yang tidak penting diperintahkan untuk ditutup dan angkutan umum disediakan untuk para pekerja tertentu.
Namun langkah-langkah tersebut secara bertahap mulai mereda dalam beberapa minggu terakhir.
Berita Terkait
-
Adegan Sinetron Jadi Sorotan, Akting Cacat Fisik Tapi Tangannya Terlihat
-
Surat Terbuka untuk Mendikbud, Orang Tua Siswa Berutang Demi Belajar Online
-
Ada Sayembara Penggal Kepalanya Berhadiah Umrah, Abu Janda: Kok Gak Nongol?
-
Terungkap! Ini Alasan Wanita Pasang Patung Nyi Roro Kidul
-
6 Pengakuan Habib Bahar dari Nusakambangan, soal Rambut hingga Penyakit
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat