Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 28 Mei 2020 | 11:28 WIB
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan banyak orang yang lolos mudik. Meski sudah telah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebanyak 1,8 juta warga telah pulang ke kampung halamannya saat lebaran.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. Syafrin mengatakan jumlah kendaraan umum yang keluar Jakarta sampai sekarang berjumlah 750 ribu unit.

Sedangkan kendaraan pribadi berjumlah 465.000. Dengan jumlah kendaraan yang keluar itu, pihaknya memperkirakan ada sekitar 1,7-1,8 juta orang yang telah melakukan mudik di tengah menyebarnya virus corona Covid-19.

"Artinya kalau dijumlah dengan angkutan umum yang keluar Jabodetabek 1,7-1,8 juta orang," ujar Syafrin dalam siaran langsung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (28/5/2020).

Syafrin mengatakan 1,8 juta pemudik itu harus diantisipasi sesuai arahan Gubernur Anies Baswedan. Tujuannya agar tak mudah bagi mereka pulang ke Jakarta dan meningkatkan potensi penularan Corona.

"Sejak awal sudah disampaikan pak Gubernur sebaiknya Jabodetabek episentrum maka warga di dalam jangan mudik. Karena kalau mudik belum tentu mudah masuk Jabodetabek," tuturnya.

Belakangan Anies menerbitkan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Covid-19. Lewat Pergub ini, arus balik dipersulit dengan harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Jadi mereka harus ajukan izin tentu ada syaratnya. Kemudian melalui penyekatan Jabodetabek kita seleksi siapa yang punya izin yang boleh masuk, lalu yang gak punya kita putar balik," pungkasnya.