Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta pemerintah untuk bisa lebih terbuka menyampaikan informasi terkait penanganan kasus Corona atau Covid-19. Keterbukaan informasi dianggap penting bagi masyarakat yang akan menjalani hidup tatanan baru atau new normal.
Pemerintah kata Yandri, sebaiknya bisa memberi tahu masyarakat soal zona wilayah mana saja yang masuk ke dalam kategori hijau, kuning, bahkan merah. Dalam menjalani hidup new normal tentu pengetahuan akan bahaya Covid-19 di setiap wilayah penting diketahui masyarakat.
"Tolong juga pemerintah menyampaikan zonanya itu, mana hijau, biru, merah mana. Dari peta itu kewaspadaan masyarakatnya bisa lebih terpanggil menjaga dirinya," kata Yandri saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2020).
Kemudian terkait dengan hidup new normal, Yandri mengatakan harus ada standar yang ditetapkan secara rata. Ia menilai pemerintah sebaiknya menetapkan standar hidup new normal pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga setiap aturannya akan sama di setiap wilayah.
Semisal aturan yang diterapkan ketika hendak masuk pesantren. Seluruh pesantren harus menerapkan standar aturan yang sama seperti harus membawa surat keterangan negatif Covid-19.
Begitu juga dengan operasional mall yang harus memiliki protokol kesehatan sesuai standar.
"Jangan sampai pemerintah bimbang dipersimpangan jalan antara ekonomi atau kesehatan sekarang," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kepulangan Warga dari LN Jadi Faktor Kenaikkan Kasus Positif Covid di DKI
-
KPPPA Minta Kasus Pasien Covid-19 Anak Dapat Perhatian Masyarakat
-
Persiapan Salat Jumat di Bekasi
-
Chrissy Teigen Dikritik saat Tes Covid-19, Ternyata Syarat untuk Operasi
-
Studi: Perokok Memiliki Reseptor Lebih Banyak untuk Ditempeli Virus Corona
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah