Suara.com - Salah kirim pesan mungkin satu dari sekian banyak hal yang pernah dialami mahasiswa, terlebih salah kirimnya ke dosen. ini seperti chat yang diunggah akun Twitter @collegemenfess.
Akun @collegemenfess mendapatkan aduan dari seorang warga Twitter yang mengaku salah kirim pesan ke dosen dengan kalimat 'ngegas' dan huruf kapital.
"Tolong, sekarang aku gemeteran banget karna takut nilaiku jadi gimana-gimana," demikian tertulis di cuitan akun @collegemenfess seperti dikutip Suara.com, Sabtu (30/5/2020).
Di cuitan tersebut, terlihat cuplikan percakapan drama 'salah kirim pesan' antara mahasiswa dan dosennya berawal dari status pesan singkat di WhatsApp.
Terlihat seseorang dengan kontak bernama 'Pak Ikhsan' menanggapi status si mahasiswa yang bertuliskan: "Punya pala capek mikir, nggak punya pala serem."
Status tersebut dibalas oleh Pak Ikhsan dengan pesan: "Lepas dulu kepalanya kalau capek. Entar dipasang lagi."
Pesan itu dibalas si mahasiswa dengan huruf serba kapital: "Kau kira ini pala portabel bisa bongkar pasang." Lalu dibalas oleh si dosen: "Oh aku kira itu kepala sama kaya kepala charger."
Kemudian pesan tersebut dibalas oleh si mahasiswa: "Matamu pala charger." Hanya selang 1 menit, si mahasiswa pun menyadari bahwa yang dichatnya merupakan dosen.
Si mahasiswa pun meminta maaf kepada dosennya. Dia mengaku tidak teliti membaca kontak karena ada temannya yang juga bernama Ikhsan.
Baca Juga: Salah Kirim Pesan ke 357 Pasien Covid-19, Singapura Minta Maaf
"Eh bentar. Pak maaf pak, saya kira ini Ikhsan temen saya pak. Pak ampun pak. Pak sekali lagi saya minta maaf pak," tulis mahasiswa tersebut kepada si dosen.
"Pak maafin saya ya pak. Maaf tadi saya kurang teliti membaca nama kontak yang tertera jadi saya kira yang reply story saya tadi Ikhsan temen saya pak. Sekali lagi saya minta maaf pak," tulis si mahasiswa meminta maaf.
Pesan mahasiswa tersebut hanya dibalas dengan emoji tertawa ngakak oleh Pak Ikhsan.
Tak cukup puas, mahasiswa tersebut kembali meminta maaf kepada Pak Ikhsan. Bukan cuma itu, dia juga mengganti nama kontak dosen tersebut agar tidak salah kirim pesan. Nama barunya di kontak tersebut: "Pak Dosen (Ikhsan)."
"Assalamualaikum pak, saya atas nama ***** ingin meminta maaf kepada bapak yang sebesar-besarnya atas kelakuan saya di atas pak. Saya benar-benar kurang teliti dalam membaca kontak yang tertera. Sekali lagi minta maaf pak. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin pak," tulis si mahasiswa.
Dosen tersebut menjawab dan memaklumi. Bahkan, dia mengatakan anaknya kalau bicara dengan teman seperti mahasiswa tersebut.
Berita Terkait
-
Sebut Jokowi Seperti Adol Hetler, Netizen: Dia Siapanya Adolf Hitler?
-
Trump Keluarkan Dekrit, Twitter Beri Balasan Telak
-
Donald Trump Ngamuk Perkara Cuitannya Ditandai, Ini Kata Bos Twitter
-
CEK FAKTA: Banyak Barang Rusak dan Berjamur, Warga Diimbau Tak ke Mal Dulu?
-
Ruslan Buton Ditangkap Diduga soal Surat Jokowi, #SaveRuslanButon Bergema
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya