Suara.com - Lembaga pemerhati Hak Asasi Manusia (HAM) Imparsial menilai lebih efektif pendekatan persuasif dari pada harus melibatkan TNI-Polri untuk mengawal penerapan skema new normal atau era tatanan baru.
Wakil Direktur Imparsial Ghufron Mabruri mengatakan pemerintah seharusnya mengoptimalkan aparatur pemerintah yang dekat dengan masyarakat untuk melakukan edukasi mengingatkan secara terus menerus terkait dengan protokol kesehatan.
"Mulai dari kecamatan, keluharan atau desa, RT atau RW untuk melakukan edukasi mengingatkan secara terus menerus untuk misalnya terkait dengan protokol kesehatan pencegahan covid semua lingkungan lah mulai dari lingkungan sosial pendidikan tempat ibadah," kata Ghufron saat dihubungi Suara.com, Sabtu (30/5/2020).
Menurut Ghufron, cara-cara tersebut lebih efektif di masyarakat daripada harus melakukan pendekatan yang sifatnya koersif.
"Saya kira masyarakat punya caranya untuk belajar dari situasi sekarang. Misalnya bagaimana membangun self protection itu yang menurut saya harus diingatkan secara terus menerus gitu lho oleh pemerintah termasuk tokoh masyarakat," kata dia.
Ghufron menilai upaya pendekatan persuasif yang ia sarankan tersebut harus secara terus menerus dilakukan.
"Memang bukan enggak cukup sekali dua kali, ini memang sesuatu yang sifatnya proses untuk menerus dilakuan oleh struktur pemerintahan di daerah dari pada pendekatan koersif," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pengerahan aparat TNI Polri di titik -titik keramaian bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar disiplin menuju ke tatanan baru yakni New Normal. Sehingga, kata Jokowi, angka reproduksi (R0) penyebaran Covid-19 bisa turun di bawah 1.
"Kita ingin sekali lagi bisa masuk ke normal baru, masuk ke tatanan baru dan kita ingin muncul kesadaran yang kuat, kedisiplinan yang kuat sehingga R0 bisa kita terus tekan, di bawah 1," ujarnya saat meninjau kesiapan penerapan standar New Normal di Mal Summarecon Bekasi, Selasa (26/5/2020).
Baca Juga: Negatif Corona, Satu Keluarga di Tambora Masih Isolasi Mandiri di Musala
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter